{
  "mainPage": "Halaman Utama",
  "news": {
    "public": {
      "1": {
        "title": "OPERASI TES URINE BNNK, LIMA PENGENDARA POSITIF",
        "content": "KBRN, Bone : 48 warga atau pengendara yang melintas di Kabupaten Bone,  terjaring dalam operasi tes urine yang dilakukan Badan Barkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bone di Jl MT Haryono, Jumat (20/10/23) malam.<br>Dalam operasi tersebut petugas dari BNN Kabupaten Bone menyasar sejumlah pengendara motor dan  sopir  angkutan untuk kemudian dilakukan tes urine. \"Kita sasar para pengendara yang melintas di jalan Poros Bone- Makassar. Jika  hasil tes urine dinyatakan negatif maka pengendara dipersilahkan melanjutkan perjalanan, Sementara pengguna jalan yang positif diminta untuk skrining dan selanjutnya menjalani rawat jalan hingga dianggap  pulih dan keluar dari ketergantungan menggunakan obat-obatan terlarang,\" ungkap Kepala Pemberantasan BNNK Bone, Kompol Akhmad Subagyo.<br>Dari hasil tes urine  yang dilakukan telah ditemukan lima warga positif menggunakan Narkotika. 4 orang positif menggunakan sabu, dan seorang positif mengkonsumsi obat Denso. \"Dari hasil operasi tes urine 5 orang positf, 4 Narkotika, dan 1 orang pengguna obat Denso,\" beber Kepala BNNK Bone <br>Lebih lanjut dikatakan Subagyo. 5 orang yang positif akan ditindak lanjuti dengan dilakukan pemanggilan ke BNNK Bone, sebagai  bentuk pencegahan, kepada pengguna dan akan dilakukan rehabilitasi  hingga  pulih seperti sediakala. \"Yang positif itu segera direhabilitasi, agar segera pulih seperti semula,\" katanya."
      },
      "2": {
        "title": "Pertama di Pulau Kalimantan, Kepala BNN RI Luncurkan Kampus Bersinar di UNMUL",
        "content": "Berkunjung ke Universitas Mulawarman (UNMUL), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI), Komjen Pol. Dr. Petrus R. Golose meluncurkan Kampus Bersih Narkoba atau disingkat Bersinar. Pencanangan Kampus Bersinar pertama di Pulau Kalimantan ini sebagai upaya menekan angka pengguna narkotika di Indonesia terlebih dikalangan mahasiswa.<br>Di Gedung Prof. Dr. H. Masjaya., M.Si, Jalan Sambaliung, Kampus Gunung Kelua, Kota Samarinda, Rabu, (09/11), dilakukan juga pemberian penghargaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) War on Drugs dan Penandatanganan Komitmen Bersama Kampus Bersinar.<br>Di Ruang Lecturer Theatre, Kepala BNN RI juga memberikan Kuliah Umum berjudul Menuju Indonesia Bersinar Melalui Pendidikan Berkarakter Anti Narkoba Menyongsong Ibu Kota Negara (IKN). Komjen Petrus optimistis mampu menekan angga penguna narkotika sehingga Kalimantan Timur (Kaltim) benar-benar Bersinar. Dosen luar biasa itu juga mengajak mahasiswa dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.<br>“Kita bersama - sama mengikrarkan tagline untuk perang terhadap narkotika. Di Kaltim ini masih banyak tempat kawasan rawan narkotika, dan bekerja sama dengan kampus, kita mencanangkan kampus bersinar. Mudahan-mudahan kita bisa menekan peredaran narkotika khsususnya masalah methampethamin,” katanya.<br>Adapun pengguna jenis narkoba paling banyak digunakan di Kaltim, disampaikannya, yakni methampethamin. Namun dia yakin bisa menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan komitmen bersama.<br>Rektor UNMUL, Dr. Ir. H. Abdunnur., M.Si menyatakan, aktivitas ini merupakan agenda penting yang mana secara khusus civitas akademika UNMUL akan menjalankan program dari BNN untuk perang terhadap narkoba atau War on Drugs. Melalui program ini, UNMUL ke depan akan menjaga Sumber Daya Manusia atau para kader bangsa termasuk mahasiswa yang sedang masuk dalam fase produktif agar tidak terjerat dengan narkoba.<br>“Oleh karena itu pada hari ini kita akan membuat komitmen bersama semua pihak di Kalimantan Timur bahwa kita semua perang terhadap narkoba. Perlu dukungan kita bersama khususnya Perguruan Tinggi memberi peran besar dan dukungan akan perang terhadap narkoba. Perguruan Tinggi bisa membangun dan menjaga kader – kader bangsa melalui program War on Drugs,” pungkasnya.<br>Perguruan Tinggi sebutnya, harus menjaga mahasiswa yang menjadi harapan bangsa Indonesia agar terhindar dari pengaruh narkoba. “Tentu ini bisa terealisasi dengan bekerja sama dengan kampus lain agar komitmen bersih dari narkoba benar-benar terwujud,” kata Rektor dalam sambutannya.<br>UNMUL ditegaskannya, siap mengawal dan menjaga berbagai program atau kebijakan BNN RI maupun yang sudah diimplementasikan oleh BNN di daerah. Tidak hanya parsial, ia juga berharap pemberantasan narkoba harus disinergikan bersama, bahkan jika memungkinkan bisa masuk dalam kurikulum di Pendidikan Tinggi.<br>Antusias yang besar dari para peserta dalam Kuliah Umum ini, sehingga panitia memfasilitasi dengan menyediakan enam ruang kelas yang terhubung secara online ke ruang utama acara dalam sambungan video conference. Aktivitas ini disiarkan juga secara live streaming di channel Youtube UNMUL TV."
      },
      "3": {
        "title": "BNN Edukasi Bahaya Narkoba pada Pengunjung Kalteng Trade Expo 2018",
        "content": "MMCKalteng - Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah turut berpartisipasi dalam Kalteng Trade Expo 2018 di Area Pameran Temanggung Tilung. Stand yang letaknya tidak dari pintu masuk utama ini memberi edukasi tentang narkoba kepada pengunjung pameran yang mampir. Indonesia saat ini berada pada fase yang sangat memprihatinkan dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Tingginya angka penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu alasan utama yang membuat Indonesia dalam kondisi tersebut. Kejahatan narkoba adalah kejahatan serius karena memiliki dampak sosial di masyarakat.<br>Bagi pengunjung pameran yang mampir ke stand BNN, diberikan edukasi mengenai bahaya Narkoba, nampak dalam display pameran diperlihatkan jenis jenis obat terlarang yang harus dihindari terutama pada generasi muda.<br>Selain edukasi, BNN juga memberikan informasi mengenai Prosedur Rehabilitasi, dr. Valencia, bidang Rehabilitasi BNN Kalteng mengatakan “Kunci rehabilitasi narkoba adalah melakukannya secepat mungkin, untuk itu diperlukan psikiater atau ahli adiksi yang dapat menangani masalah ketergantungan narkoba”, paparnya kepada tim MMC.<br>Saat ini BNN memiliki Balai Besar Rehabilitasi yang juga disebut dengan istilah Kampus Unitra yang letaknya di Lido-Bogor merupakan salah satu rujukan terapi dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba. Untuk rehabilitasi ringan BNN Kalteng juga memiliki klinik rawat jalan yang terletak di Jalan Tangkasiang, Palangka Raya. (Fr)."
      },
      "4": {
        "title": "BNN-KASN Siapkan Pengawasan Narkoba di Kalangan ASN",
        "content": "Sebagai wujud pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menandatangani dua perjanjian kerja sama, Jumat (17/6/2022). Penandatangan pertama dilakukan oleh Wakil Ketua KASN, Tasdik Kinanto, dengan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Tagam Sinaga, terkait Tes/Uji Narkotika bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah. Selanjutnya, penandatanganan kedua dilakukan oleh Wakil Ketua KASN dengan Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Jafriedi, terkait Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika bagi Aparatur Sipil Negara.<br>Tasdik mengatakan, dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawasan penerapan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, KASN selama ini telah menerima berbagai laporan mengenai penyalahgunaan narkotika oleh ASN. Pelanggaran tersebut jika terus dibiarkan akan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik.<br>'Profesi ASN adalah profesi yang mulia, di mana setiap pegawai berfungsi melayani publik dan melaksanakan kebijakan pemerintah. Fungsi ini tidak akan berjalan optimal apabila pegawai ASN mulai kecanduan penyalahgunaan narkotika. Kinerja akan merosot, integritas menjadi tercela bahkan merusak lingkungan sekitar,' ungkap Tasdik.<br>Oleh karena itu, KASN memandang perlu mengambil langkah strategis untuk bersinergi dengan BNN dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan ASN. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan ada tindakan implementatif pencegahan yang dapat segera dilakukan, yaitu:<br>Mengadakan transfer knowledge untuk memperkuat kapasitas kedua lembaga, khususnya pencerahan terkait penyalahgunaan narkotika kepada KASN dan manajemen ASN berbasis sistem merit kepada BNN.<br>Melakukan sosialisasi pencegahan narkotika ke instansi pemerintah, pusat dan daerah, untuk meningkatkan kesadaran instansi dan ASN membentengi diri dari persoalan penyalahgunaan narkotika.<br>Mengkoordinasikan dengan pimpinan instansi pemerintah dalam memonitor pembinaan disiplin terhadap ASN yang terbukti menyalahgunakan narkotika.<br>KASN dan BNN daerah dalam kesempatan tertentu dapat melakukan uji narkotika yang bersifat inspeksi mendadak sebagai salah satu upaya meningkatkan pengawasan Nilai Dasar, Kode Etik, dan Kode Perilaku ASN.<br>'Kami berharap selama masa implementasi perjanjian kerja sama ini koordinasi antara KASN dengan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Deputi Bidang Pencegahan BNN dapat berjalan simultan sehingga kerja sama berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi terwujudnya lingkungan ASN yang bebas narkotika,' harap Wakil Ketua KASN.<br>Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Tagam Sinaga, mengatakan, kerja sama dengan KASN merupakan langkah strategis di tengah peningkatan prevalensi pengguna narkoba di Indonesia pada 2021. Sebelumnya, pada 2019 prevalensi pengguna narkoba di Indonesia berjumlah 1,80 persen atau 3,41 juta sedangkan pada 2021 meningkat menjadi 1,95 persen atau 3,66 juta jiwa.<br>'Kerja sama yang dapat dilakukan antara BNN dengan KASN dalam hal ini adalah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui penyebarluasan informasi yang intens mengenai P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) baik secara internal maupun eksternal,' terang Tagam.<br>Tagam berharap, kerja sama antara pihaknya dengan KASN dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga cita-cita untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba dapat segera terwujud. (NQA/HumasKASN)"
      },
      "5": {
        "title": "Setjen DPR dan BNN Gelar Sosialisasi Bahaya Narkotika kepada ASN Kesetjenan",
        "content": "Sekretariat Jenderal DPR RI bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), menyelenggarakan Sosialisasi Penyalahgunaan Narkotika kepada ASN di lingkungan kesetjenan. Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Rahmad Budiaji mengungkapkan, hal ini merupakan kewajiban seluruh Kementerian/ Lembaga sesuai Inpres Nomor 2 Tahun 2020.<br>“Di samping aturan itu, kondisi sosiologis sekarang ini lebih gawat. Kedaruratan masalah penyalahgunaan narkoba dibanding masalah lain. Jadi, kita perlu sosialisasi secara rutin dan mengambil sampling dari para pegawai di Setjen DPR. Harapannya, setiap pegawai tidak hanya paham bahaya narkotika, tetapi juga pencegahan penyebarannya,\" kata Aji, sapaan akrabnya, usai mengikuti sosialisasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020).<br>Sosialisasi tersebut diikuti oleh 124 ASN di lingkungan Kesetjenan DPR RI. Peserta yang hadir kemudian diwajibkan untuk melakukan tes urin. Kegiatan yang rutin dilakukan setahun sekali ini, lanjut Aji, diharapkan bisa menyasar kepada seluruh pegawai negeri di Setjen DPR. \"Ke depannya, metode dan sasarannya diharapkan bisa 100 persen bisa ikut sosialisasi dan tes urin,\" imbuhnya.<br>Rencananya, Aji menambahkan, pihaknya akan menunjuk satgas dan relawan guna memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kesetjenan DPR RI. Nantinya, satgas ini akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan BNN, sehingga kasus penyalahguna narkotika di kalangan ASN atau PNS tidak terulang kembali. \"Sebelumnya kita punya kasus, PNS sampai diberhentikan karena penggunaan narkotika,\" ungkap Aji.<br>Pada tahun 2019 lalu, penyalahguna narkoba di Indonesia meningkat hingga menembus angka 3,6 juta orang. Kasie Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Agus Yulianto Danardono mengungkap, angka penyalahgunaan narkotika di kalangan PNS telah mencapai lebih dari 2 persen. Secara wilayah, sebanyak 164 kawasan rawan dan rentan penyelundupan narkoba.<br>\"Kasus penyalahgunaan narkotika dibedakan menjadi dua, pemakai dan bandar atau mafia. Keduanya hukumannya berbeda. Khusus penyalahguna atau pemakai, maka harus di rehabilitasi dan BNN punya program itu secara gratis. Tetapi jika sudah bandar, UU Nomor 35 Tahun 2009 menyatakan dengan tegas bahwa ancaman hukumannya adalah hukuman mati,\" tegas Agus.<br>Sosialisasi yang dilakukan BNN tersebut pada dasarnya merupakan rangkaian upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Agus mengatakan, jika nantinya dalam tes urin ditemukan ada yang positif menggunakan narkoba, maka akan diarahkan untuk asesmen di BNN. Setelah asesmen dan terbukti menyalahgunakan narkoba, maka akan direhabilitasi. \"Kalau ASN yang terlibat jaringan narkoba, secara otomatis akan diberhentikan,\" imbuhnya.<br>Banyak motif yang melatarbelakangi penyalahgunaan narkotika, tak terkecuali di lingkungan PNS atau ASN. \"Bisa jadi karena beban pekerjaan, latar belakang keluarga, lingkungan dan pergaulan juga bisa jadi faktor mempengaruhi. Makanya sangat penting pengawasan secara internal, untuk mengawasi, mencegah, mengendalikan temen-teman biar tidak terpapar bahaya narkoba,\" tutup Agus. (alw/sf)"
      },
      "6": {
        "title": "Studi Eksekursi dalam rangka mendukung Penyusunan Juknis Pemberdayaan Alternatif",
        "content": "Rapat di BNNP Kepulauan Riau, Hasil Rapat Ka. BNNP Kepri, beliau menyampaikan kegiatan BNNP Kepri terutama mengenai P4GN yang termasuk penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat dan edukasi kepada masyarakat terdampak yang berujung pada kesadaran masyarakat dalam P4GN. Direktur Dayatif menyampaikan mengenai Studi Ekskursi yang dilaksanakan di Batam. Dimana Batam atau Kepri adalah sebagai salah satu target resmi Presiden. Melalui program Kawasan rawan diketahui bahwa Batam adalah exit point atau pintu masuk narkoba.<br><br>Diskusi dalam Rapat: Ibu Rieska : Sejauh mana pengamanan pintu masuk, karena Batam adalah entry point bagi masuknya Narkoba ke Indonesia. Bapak Henry : Telah ada Pos Interdiksi, yang menjadi masalah adalah 1. Kurangnya tenaga SDM untuk menanganinya, 2. Tidak adanya koordinasi antar Satker dalam pengoperasiannya, 3. adanya sindikat Narkoba antar negara dari Myanmar sehingga dalam geraknya lebih terorganisir<br><br>Kunjungan ke UMKM Azzuri Snack<br><br>BNNP Kepulauan Riau melakukan program pengembangan kewirausahaan dilakukan agar masyarakat kawasan rawan memiliki kegiatan alternatif yang menghasilkan dan produktif tanpa penyalahgunaan Narkoba. Azzuri Snack adalah UMKM mitra dari BNNP Kepulauan Riau yang bergerak dalam bidang kuliner, yaitu snack yang memanfaatkan hasil laut yang didapat oleh nelayan yang bermukim di Kota Batam. Produk Azzuri Snack berupa aneka keripik yang dipasarkan di wilayah Kota Batam, sekarang merambah ke luar negeri, diantaranya Malaysia, Brunei. BNN Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat melakukan studi Ekskursi di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau untuk menggali lebih dalam mengenai informasi dalam mengukur keterpulihan Kawasan dan upaya penanganan Kawasan rawan peredaran narkoba dan menggali mengenai informasi terkait faktor-faktor pembentuk kerentanan masyarakat di suatu Kawasan rawan peredaran narkoba ke luar negeri, diantaranya Malaysia dan Brunei<br><br>Kunjungan ke Kelurahan Tanjung Uma<br><br>Kondisi sebelum adanya program BNN, untuk menemui masyarakat di Tanjung Uma sangat beresiko, jadi waktu itu kelurahan kalau menemui masyarakat disana dengan mengajak bertemu diluar dengan mengajak makan atau minum kopi agar lebih mudah komunikasinya,  Tanjung Uma merupakan kawasan pesisir dekat dengan laut berbatasan langsung dengan negara tetangga Singapura. Masyarakat tanjung Uma terdiri dari suku Melayu dan Flores.  Mata pencaharian masyarakat Tanjung Uma laki-lakinya sebagian besar sebagai Nelayan.<br><br>Menurut informasi bahwa Penyebab terjadinya penyalahgunaan Narkoba dan peredaran narkoba di Tanjung Uma karena beberapa hal, sebagai berikut: 1. Masalah Ekonomi, dukungan Lingkungan 2. Banyak pemakai dari ojek-ojek ataupun nelayan 3. Sistem Pendidikan di lingkungan yang kurang kuat dalam menjaga moral, hanya ada Taman Pendidikan Quran (TPQ) 4. Adanya suami istri yang menjadi pengguna sekaligus pengedar. 5. Tidak adanya patroli ataupun Razia narkoba di masyarakat. 6. Masyarakat heterogen banyak suku di Tanjung Uma 7. Anak-anak menjadi informan mengawasi kehadiran aparat 8. Rumah panggung langsung menuju laut entry point dalam memasukkan barang ataupun melarikan diri.<br><br>Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN telah memberikan intervensi P4GN di Kelurahan Tanjung Uma melalui beberapa tahapan kegiatan dengan puncaknya melalui pelatihan life skill kewirausahaan dengan beberapa jenis materi sebagai berikut: 1. Membuat Kerupuk Ikan Atom 2. Membuat Kerupuk Ikan Tongkol 3. Membuat Pempek 4. Membuat Abon Ikan Tongkol 5. Membuat Kerupuk Kemplang Ikan tenggiri 6. Membuat Tekwan 7. Membuat Kerupuk Sotong 8. Membuat Kerupuk Kemplang Udang 9. Membuat Siomay<br><br>Kunjungan ke Kelurahan Tanjung Riau<br><br>Aktivitas Ekonomi masyarakat Tanjung Riau : Pekerjaan warga didominasi oleh karyawan swasta dan buruh, atau pekerja industri yang ada di sekitar kota Batam.  Jumlah penduduk : 30 ribuan KK dan luas wilayah kelurahan ini adalah 23,90 km²  Kondisi Keamanan : relatif aman, karena mayoritas penduduk suku melayu yang mempunyai karakter tidak keras  Gangguan Keamanan di Lingkungan Desa Tanjung Riau : di Desa tanjung riau terdapat tempat hiburan dan pendatang yang tinggal sementara dalam urusan pekerjaan musiman, yang tinggal di kos-kosan dan kontrakan  <br><br>Permasalahan Narkoba : penyalahgunaan narkotika di desa tanjung riau, mayoritas dilakukan oleh pendatang dan informasinya sebagai kurir, pemakai/pecandu narkotika.  Sebab musabab terjadinya permasalahan Narkoba : bertambahnya tempat hiburan malam dan pekerja pendatang semakin banyak.<br><br>Modus Edar dan Aktor dalam permasalahan Narkoba : modus edar dari jalur Pelabuhan illegal kebanyakan setiap rumah mempunyai akses ke perairan karena rumah masyarakat jenis rumah panggung di atas perairan, akses speed boat keluar masuk kepulauan dan perbatasan negara sangat mudah, sektor pengawasan dan pemeriksaan keluar masuk perbatasan aparat penegak hukum masih kurang maximal.  <br><br>Pelatihan Kewirausahaan dari BNN : pelatihan kuliner membuat dimsum dan kerupuk ikan yang saat ini sudah berjalan dan dapat menghasilkan keuntungan karena sudah mempunyai pelanggan, dan menerima pemesanan lokal, kendala modal dan harga bahan baku relatif mahal<br><br>Kunjungan ke UMKM Makmil Frozen Food<br><br>Makmil Frozen Food diketuai oleh Mila Kurwana dengan alamat Perum Taman Hang Tuah Blok A5 No. 14. produk olahan yang berasal dari ikan laut seperti ikan tenggiri, ikan para, yaitu jenis ikan yang rendah resiko terhadap konsumsi manusia. Usaha Makmil Frozen Food saat ini sudah sering diundang menjadi instruktur cooking baik di masyarakat dan sekolah dengan membawa alat dan bahan dalam pelatihan life skill.  <br><br>Dalam hal perekrutan masyarakat yang bekerja di Makmil Frozen Food lebih menitik beratkan pada aspek pemberdayaan masyarakat, terutama pada masyarakat yang kurang mampu terutama yang single parent dan mereka mendapatkan training terlebih dahulu sebelum bekerja. Sistem kerja part time dengan rata-rata penghasilan 60-100rb per pekerja per hari dengan waktu kerja pukul 08.00 WIB-16.00 WIB dan mendapatkan upah lembur 10rb per jam kerja. Pasar yang menjadi sasaran penjualan saat ini lebih banyak ke para reseller dengan profit per pack 5.000,- ke reseller. Adapun untuk retail belum menjadi konsen penjualan karena masih repot dalam pengurusannya. Masa kadaluarsa (expired) produk 6 bulan.<br><br>Selain menjadi binaan BNN, Makmil Frozen Food merupakan binaan KKP dalam program gemar ikan, BI dan Kementan jg memberikan pembinaan. Bank Syariah Riau pernah memberikan pinjaman tanpa bunga.  Dalam hal pemesanan terdapat investor bagi hasil, yaitu ada proyek orderan e catalog 600 pack dengan sistem bagi hasil 5 %.<br><br>Makmil Frozen Food juga memiliki usaha koperasi dengan nama Koperasi Raja Isa beranggotakan 20 orang berdiri sejak tahun 2017. Makmil Frozen Food. Juga mempunyai potensi untuk mengembangkan makanan dari rumput laut. Terdapat pembeli yang dapat menampung dalam jumlah besar hasil produksi makanan rumput laut seperti RS, Negara Jepang, dll.. Produk yang dapat dihasilkan berupa kerupuk rumput laut. Asli Rumput laut bisa dijadikan Mie Instan dikasih bumbu instan Rencana kedepan dapat menyasar para ojek sampan yang rentan sebagai kurir. Bisa berbudidaya rumput laut. Bisa diberikan pelatihan, pemasaran. Produk kering bisa diekspor. Wilayah belakang padang banyak petani. Tetap menggunakan rumput laut jenis Cottoni."
      },
      "7": {
        "title": "BNN RI Bentengi Masyarakat Pada Kawasan Narkoba melalui Bimbingan Teknis Life Skill",
        "content": "Sebagai upaya dalam membangun kemandirian wirausaha program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Life Skill bagi masyarakat pedesaan pada kawasan narkoba di Desa Jurong, bertempat di Balai Warga Desa Jurong, Kecamatan Sawang, di Provinsi Aceh, Selasa (8/8).\n\nKegiatan ini dihadiri oleh Camat Sawang, BNNK Lhokseumawe, Unsur TNI dan Polri, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Aceh Utara, Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga kerja Kabupaten Aceh Utara, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara, dan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara.\n\nSebanyak 50 orang Masyarakat di Desa Jurong mengikuti pelatihan life skill yang fokus pada peningkatan keterampilan yang mendukung komoditas pengolahan pakan ternak dan pupuk organic dengan menghadirkan instruktur yang ahli dalam bidangnya, diantaranya pembuatan Garam Mineral Block yang merupakan pakan tambahan atau suplemen yang sangat bermanfaat untuk ternak sapi, dan pembuatan Silase dari rumput gajah yang merupakan pakan hijauan ternak yang diawetkan yang disimpan dalam kantong plastik yang kedap udara sebagai cadangan dan persediaan pakan ternak.\n\nKetua Tim 4 Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN, AKBP Titik Trimulyani, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada para peserta yang mengikuti Bimbingan Teknis Life Skill. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan potensi sosial ekonomi masyarakat di kawasan rawan narkoba pedesaan untuk mewujudkan masyarakat Desa Jurong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara bersih dari narkoba, sejahtera, mandiri dan berkelanjutan.\n\nDapat diketahui, Program Pemberdayaan Alternatif merupakan alternatif solusi untuk peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat yang terdampak kultivasi tanaman terlarang melalui upaya pengembangan potensi wilayah dan pemulihan kawasan rawan narkoba dengan intervensi kegiatan kewirausahaan dari mulai pemahaman akan bahaya narkoba, pelatihan kewirausahaan, implementasi wirausaha oleh masyarakat, sinergi dan kerjasama serta dukungan stakeholder pada produksi dan pemasaran.\n\nDiharapkan dengan kegiatan ini mampu menjadi benteng yang kokoh dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tingkat keluarga serta mendukung perekonomian yang dapat berkembang menjadi wirausaha yang produktif, aktif, kreatif dan mandiri."
      }
    },
    "eradication": {
      "1": {
        "title": "Operasi PRG Gagalkan Penyelundupan 309 Kg Sabu Jaringan Golden Crescent",
        "content": "Jakarta, Bharindojabar.com – BNN RI melaksanakan siaran pers hasil operasi laut dengan sandi “PRG” (Patroli Rasta Gabungan), Jumat 24 Februari 2023.<br>“Operasi Laut dengan sandi “PRG” (Patroli Rasta Gabungan) dimulai tanggal 1 Januari s/d 24 Februari Tahun 2023 selama 55 (lima puluh lima) hari dengan wilayah operasi yaitu perairan selatan jawa dan sekitarnya.<br>Arti rasta adalah orang-orang yang setia, Patroli Rasta Gabungan (PRG) adalah patroli laut pemberantasan peredaran gelap Narkotika oleh orang-orang yang setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia secara kolaborasi.<br>BNN RI dan stakeholders terkait terus berkomitmen dalam melakukan gebrakan akselerasi “War On Drugs” di Tahun 2023 melalui strategi hard power approach, dengan melakukan operasi laut di perairan selatan jawa.<br>Operasi laut ini bertujuan menekan supply narkotika yang masuk ke indonesia melalui jalur laut.<br>Sebagaimana diketahui 95% Narkotika yang masuk ke Indonesia melalui jalur laut, sehingga diperlukan strategi secara komprehensif dalam penanganannya.<br>Selama operasi laut dengan sandi “PRG” Tahun 2023, tim gabungan BNN RI dan Bea Cukai berhasil mengungkap 1 (satu) kasus peredaran gelap narkotika jenis shabu dengan jumlah tersangka sebanyak 8 (delapan) orang warga negara asing (WNA) asal Iran. <br> Kedelapan pelaku merupakan jaringan narkotika internasional golden crescent atau bulan sabit emas meliputi Iran, Afganistan dan Pakistan. Total barang bukti yang disita petugas adalah shabu 309 (tiga ratus sembilan) bungkus dengan berat 309 (tiga ratus sembilan) kg. <br> “Kronologis pengungkapan jaringan narkotika international Iran-Indonesia, berawal pada bulan Januari 2023, BNN RI mendapatkan informasi dari kerja sama international tentang penyelundupan narkotika jenis shabu, yang terpantau bergerak dari Iran menuju ke perairan selatan jawa.<br>Berdasarkan informasi diatas, tim gabungan BNN dan Bea Cukai melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kapal yang diduga membawa narkotika jenis shabu, adapun kegiatan sebagai berikut:<ol><li>Pada hari Minggu, tanggal 19 Februari, pukul 18.00 WIB tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai RI on board berangkat ke perairan selatan jawa menggunakan kapal bc 30004 dari dermaga merak, Banten dan kapal nelayan kapal motor (km) “SM” dari Muarabinungaeun.</li><li>Kapal bea cukai ditujukan untuk berlayar menuju daerah zona ekonomi eksklusif (Zee Indonesia) dan kapal motor “SM” untuk mengantisipasi kapal penjemput. <br>Pada hari Senin, tanggal 20 Februari 2023, pukul 08.20 WIB, di perairan selatan jawa wilayah Indonesia pada titik koordinat penghentian kapal Iran ada di 08°44,7891 s / 105°43,4519 e atau sekitar 91 nautical miles dari Ujung Genteng and 117 nautical miles dari Ujung Kulon, dilakukan penangkapan terhadap kapal yang diduga membawa narkotika.<br>Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan WNA asal Iran sebanyak 8 (delapan) orang. Namun belum ditemukan barang bukti narkotika di atas kapal.<br> </li> <li>Setelah menimbang kondisi kapal target dan para petugas, kemudian diputuskan pada hari Selasa tanggal 21 Februari 2023, pukul 04.30 WIB dilakukan penjemputan oleh kapal bc 7002 di perairan pulau panaitan Banten. </li> <li>Pada hari Rabu, tanggal 22 Februari 2023 pukul 10.00 WIB, tim penjemput bertemu dan melakukan pengawalan dan tiba di dermaga Merak Banten pukul 19.44 WIB serta langsung dilakukan pemeriksaan awal, namun belum ditemukan barang bukti diduga narkotika jenis shabu.</li> <li>Pada hari Kamis, tanggal 23 Februari 2023, pukul. 08.00 WIB kembali dilakukan pemeriksaan mendalam dengan melibatkan k.9 dari BNN RI dan Bea Cukai.<br>Sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan barang bukti narkotika diduga jenis shabu disimpan dibawah tanki solar, di dekat kamar mesin kapal. </li> <li> Setelah dilakukan pembongkaran dan penghitungan barang bukti, petugas menyita 309 (tiga ratus sembilan) bungkus diduga narkotika jenis shabu yang dibungkus warna hijau Tahun 2022, bertuliskan huruf parsia berlambang scorpion, dengan berat 309 (tiga ratus sembilan) kg. <br> </li></ol>Adapun identitas 8 (delapan) tersangka tindak pidana narkotika warga negara asing (WNA) asal Iran sebagai berikut :<ol><li>Nama : ARJ (Skipper) <br> Umur : 23 Tahun<br>Alamat : Kunarak, Sarak, Iran<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : AWS<br>Umur : 26 Tahun<br>Alamat : Kohonarath, Shon, Machchan<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : WB<br>Umur : 23 Tahun<br>Alamat : Khonarath, Chadrath<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : UD<br>Umur : 37 Tahun<br>Alamat : Konarath, Chadrath<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : WMP<br>Umur : 40 Tahun<br>Alamat : Konarath, Chadrath<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : ST<br>Umur : 31 Tahun<br>Alamat : Iran, Mashad, Emam Rashad<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : AN<br>Umur : 64 Tahun<br>Alamat : Iran, Taheran, Shrik Hashami<br>Warga Negara : Iran</li><li>Nama : Abdul Rahaman Sard Saar Kuvi<br>Umur : 22 Tahun<br>Alamat : Kumarak, Sarak, Iran<br>Warga Negara : Iran</li></ol> <br> “Adapun barang bukti narkotika jenis shabu yang berhasil di sita dari para tersangka sebagai berikut :<ol><li>Barang bukti narkotika<br>309 bungkus narkotika jenis shabu dengan berat 309 (tiga ratus sembilan) kg</li><li>Barang bukti non narkotika<br>a. Kapal<br>b. Sekoci<br>c. Mesin tempel 85 pk merk yamaha.</li></ol> <br> Rencana tindak lanjut, tim akan melakukan interogasi dan pendalaman kembali terhadap para tersangka untuk mengetahui peran dari masing-masing tersangka.<br>tim juga akan koordinasi dengan kedutaan besar Iran untuk Indonesia karena 8 (delapan) tersangka WNA asal Iran.<br>Para tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.<br>Demikian siaran pers yang dapat saya sampaikan, semoga kita selalu dilindungi oleh tuhan yang maha esa, dalam melaksanakan tugas mulia menyelamatkan generasi penerus bangsa dari penyalahgunaan narkotika sehingga terwujudnya Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)."
      },
      "2": {
        "title": "BNN RI Apresiasi Pemprov Kepri Dalam Pemberantasan Narkoba",
        "content": "DISKOMINFO KEPRI - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) berhasil mengungkap 1 (satu) Kasus Clandestine Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika Jenis Sabu yang terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dengan barang bukti Narkotika Golongan  I Jenis Sabu seberat bruto  5.032 (lima ribu tiga puluh dua) gram dan cairan yang diduga Prekusor Narkotika yang digunakan untuk membuat Narkotika.<br>Hal tersebut disampaikan oleh  Kepala BNN Republik Indonesia Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) Petrus Reinhard Golose saat Press Conference Pengungkapan Kasus Clandestein Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika di Perumahan Sukajadi Batam, Kamis (21/07).<br>Pada kasus ini petugas BNNP Kepri berhasil mengamankan 3 (tiga) orang tersangka berinisial MS (43 Tahun, WNA Malaysia) dan NS (47 Tahun, WNI) dan AS (25 Tahun WNI).<br>\"Yang diamankan saat ini ada 3 orang dengan 2 orang Warga Negara Indonesia dan 1 orang Warga malaysia yang merupakan mantan anggota kepolisian Malaysia PDRM,\" Jelasnya.<br>Pada kesempatan ini Kepala BNN Republik Indonesia juga mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama BNNP Kepulauan Riau dalam menjalankan amanah Bapak Presiden terkait pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan Psikotropika.<br>\"Pengungkapan Clandestine Lab ini merupakan hasil yang luar biasa. Ini berkat dukungan dari Bapak Gubernur, BNNP Kepri, Kepolisian serta masyarakat. Kita tidak main main dalam pemberantasan narkoba dan para pelaku yang terlibat akan dihukum seberat beratnya,\" ucapnya.<br>Sementara itu Gubernur Kepulauan  Riau H. Ansar Ahmad turut mengapresiasi kinerja BNN RI dan BNNP Kepri yang bergerak cepat mengungkap kasus Clandestine Lab (Pabrik Gelap) Pembuatan Narkotika Jenis Sabu.<br>\"Apresiasi kepada BNN dalam pengungkapan kasus ini. Tentunya mamasyarakat dengan kejadian seperti ini juga harus semakin waspadai dan peka dengan lingkungan sekitar. Keikutsertaan masyarakat dalam memberikan informasi dan masukan kepada BNN sangatlah penting,\" ucapnya.<br>Gubernur Ansar juga mengungkapkan bahwa bersama BNNP Kepri, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga punya program bersama in-line dengan program BNN Pusat bahwa sekarang pemerintah mendorong pembentukan desa-desa bersinar atau desa desa bersih narkoba dan dalam waktu dekat juga akan dilaunching bersama program industri bersinar yaitu daerah industri yang bersih dan bebas narkoba.<br>\"Jadi dalam hal pemberantasan narkoba ini, kita bersama BNN mencoba berkolaborasi bersama membuat program edukasi secara masif ke masyarakat karena bahaya narkoba ini bisa mengancam masa.depan bangsa,\" jelasnya.(zah)"
      },
      "3": {
        "title": "Kepala BNN RI Hadiri Pengungkapan Kasus 1,129 Ton Sabu Jaringan Timur Tengah-Indonesia",
        "content": "JAKARTA,KLIK7TV.CO.ID – Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose menghadiri kegiatan Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu 1,129 Ton Jaringan Timur Tengah-Indonesia, di Polda Metro Jaya, Senin (14/6/2021). Kepala BNN turut menyampaikan apresiasi atas prestasi yang sudah dicapai jajaran Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur. Pada kesempatan ini pula, Kepala BNN memberikan dukungan penuh kepada Polri dalam upaya bersama perang melawan narkoba.<br>Kegiatan pada hari ini dihadiri langsung oleh Kepala Polisi Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Dalam sambutannya, Kapolri memberikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polri khususnya Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat yang telah bahu membahu mengungkap jaringan sindikat Timur Tengah-Indonesia dengan barang bukti yang fantastis.<br>Menurut Kapolri, pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas Transnational Organized Crime (TOC). Sebelumnya, Polri juga telah berhasil mengungkap jaringan serupa yaitu dari Timur Tengah, sejak Januari hingga April 2021 dengan barang bukti seberat 2,5 ton sabu.<br>Dalam konferensi pers hari ini Kapolri menjelaskan bahwa seluruh barang bukti yang digelar ini diperoleh dari empat TKP yang berbeda. Adapun rangkaian pengungkapan ini dilaksanakan sepanjang bulan Mei-Juni 2021. Di TKP pertama yaitu di Gunung Sindur Bogor, petugas menyita barang bukti sabu seberat 393 kg dari tersangka berinisial NR dan HA. TKP kedua yaitu di Ruko Pasar Modern Bekasi, petugas menyita sabu seberat 511 kg dari tersangka berinisial NW, CSN (WNA Nigeria), dan UCN (WNA Nigeria). Sedangkan di TKP ketiga, yaitu di Apartemen Basura, petugas menyita sabu seberat 50 kg dari tersangka berinisial AK. Di TKP keempat, yaitu di Apartemen Green Pramuka, petugas menyita sabu seberat 175 kg, dengan tersangka H (DPO).<br>Dengan penyitaan barang bukti yang sangat besar ini, Kapolri mengatakan prihatin karena di tengah situasi pandemi Covid-19, namun laju peredaran narkoba masih sangat tinggi. Oleh Kapolri menekankan pentingnya peningkatan kerja sama dengan BNN, Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.<br>Dalam konteks upaya penanggulangan narkoba, Kapolri juga menggarisbawahi pentingnya pelibatan unsur masyarakat dengan membangun kampung tangguh narkoba.<br>Di akhir sambutannya, Kapolri mengatakan, pengungkapan kasus ini bernilai sangat penting, karena dengan penyitaan 1,129 ton sabu, Polri telah menyelamatkan sekitar 5,6 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.<br>Sementara itu, Kabareskrim Polri, Drs. Agus Andrianto, S.H.,M.H. mengatakan bahwa tingginya angka pengungkapan peredaran narkotika merupakan bukti bahwa jajaran kepolisian telah melaksanakan Instruksi Kapolri untuk terus menindak kejahatan transnasional dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba."
      },
      "4": {
        "title": "Tahun 2021-2023, BNN RI dan BNNP Lampung Ungkap 44 Kasus dengan Aset Disita Rp 260,2 Miliar",
        "content": "Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Selama Tahun 2021 hingga 2023, BNN RI dan BNNP Lampung telah mengungkap sebanyak 44 kasus dengan aset yang disita mencapai Rp260,2 Miliar.<br>Kepala BNN RI, Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, selama Tahun 2021- 2023, BNN RI telah menyita total barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 6.476 Ton, ganja sebanyak 6.922 Ton, ekstasi sebanyak 808.287 butir, ganja basah sebanyak 336,1 Ton dan lahan ganja sebanyak 144,4 hektar.<br>\"Rinciannya Tahun 2021 sebanyak 3.313 Ton sabu, 4,6 Ton ganja, 191.575 butir ekstasi, 110,5 Ton ganja basah dan 50,5 hektar lahan ganja,\" kata Petrus, saat pemaparan dialog di Swiss-Belhotel, Rabu (18/10/2023).<br>Lalu Tahun 2022 sebanyak 1.902 Ton sabu, 1,06 Ton ganja, 262.789 butir ekstasi, 152,8 Ton ganja basah dan 63,9 hektar lahan ganja.<br>Tahun 2023 sebanyak 1.261 Ton sabu, 1.262 Ton ganja, 353.923 butir ekstasi, 72,8 Ton ganja basah dan 30 hektar lahan ganja.<br>\"Total 49 jaringan yang diungkap diantaranya 23 jaringan internasional dan 26 jaringan nasional,\" ucapnya.<br>Sementara itu, pengungkapan yang telah dilakukan oleh BNNP Lampung selama Tahun 2021-2023 sebanyak 21,41 kg sabu, 309,93 kg ganja dan 266 butir ekstasi.<br>﻿Sedangkan, Polda Lampung mengungkap sebanyak 1,08 Ton sabu, 53,18 Ton ganja dan 90.640 butir ekstasi.<br>Selain itu, jumlah ungkap kasus TPPU BNN RI selama 2021-Juli 2023 sebanyak 44 kasus dengan 49 jumlah berkas perkara, dimana total nilai aset yang disita sebesar Rp 260.233.261.691,86.<br>\"Terdiri dari uang tunai, uang dalam rekening, aset bergerak, aset tidak bergerak dan barang berharga,\" imbuhnya.<br>Kemudian, data pelaku narkotika yang diungkap Polri dari Tahun 2020-2022 menurut pekerjaannya diantaranya 263 TNI, 730 Polri, 645 PNS, 4.285 mahasiswa, dan 2.949 pelajar.<br>\"Data yang diungkap BNN RI diantaranya 5 TNI, 24 Polri, 34 PNS, 185 mahasiswa, dan 73 pelajar,\" pungkasnya.<br>﻿Provinsi Lampung Peringkat 3 Daerah Rawan Narkotika<br>Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan, ada 8.002 kawasan rawan narkotika kategori waspada dan bahaya di seluruh Indonesia.<br>Dimana Lampung peringkat ketiga dengan 874 kawasan rawan narkotika setelah Jawa Timur dan Sumatera Utara. Jumlah ini cukup besar dan akan jadi atensi.<br>Dirinya mengatakan, Lampung merupakan tempat transit favorit peredaran gelap narkotika bagi para pengedar.<br>﻿Lampung merupakan tempat transit sehingga banyak pengungkapan terjadi di Lampung dan bukan tempat distribusi. Lampung ini jalur narkotika khusus ganja dari Aceh dan sabu dari Myanmar serta Golden Crescent,\" ucapnya.<br>Atas hal itu, dirinya berkunjung ke Provinsi Lampung guna meningkatkan ketahanan dan perlawanan.<br>\"Jadi kami institusi BNN adalah Leading Institution untuk penanggulangan narkotika tetapi selalu bekerja sama terutama dengan pemerintah daerah dan tentunya kepolisian dan TNI. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kita bisa meminimalisir peredaran gelap narkotika,\" imbuhnya.<br>Petrus menjelaskan, Lampung juga menjadi atensi Presiden RI karena menduduki peringkat 3 rawan narkotika.<br>\"Kegiatan ini adalah bentuk tindak lanjut dari saya sebagai Kepala BNN untuk bersama-sama menggerakkan seluruh potensi masyarakat. BNN tidak bisa sendiri dengan segala macam permasalahan yang ada dan harus didukung oleh pemerintah daerah, stakeholders,\" jelasnya.<br>Dirinya mengungkapkan ada beberapa cara para penyalahguna bisa terjerat narkotika diantaranya melalui pertemanan dengan ajakan atau konsumsi narkoba dan coba-coba.<br>\"Awalnya para pengguna atau penyalahguna ini diberikan secara gratis, lama-lama kecanduan dan ketagihan, hingga akhirnya ketergantungan,\" pungkasnya. (*)"
      },
      "5": {
        "title": "BNN Sudah Selamatkan 12,2 Juta Anak Bangsa",
        "content": "RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang tahun 2022, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melakukan penindakan penyalahgunaan narkotika. Total barang bukti narkoba yang disita berjumlah fantastis, mencapai ribuan kilogram.<br>Kepala BNN Petrus R Golose mengatakan, dalam melaku­kan pemberantasan BNN te­lah melakukan strategi yang disebut hard power approach. BNN melakukan pendekatan secara keras dalam memberantas narkotika.<br>“Kami melakukan pemberan­tasan jaringan sindikat narkotika sepanjang tahun 2022,” ujarnya dalam konferensi pers laporan akhir tahun 2022 di Jakarta, kemarin.<br>Petrus menyebutkan, BNN telah mengungkap 49 jaringan. Rinciannya, 26 jaringan na­sional, dan 23 jaringan inter­nasional.<br>Dari seluruh jaringan tersebut, pihaknya telah mengungkap 768 tindak pidana narkotika, serta prekursor narkotika dengan tersangka sebanyak 1.209 orang.<br>Selain itu, BNN juga mengungkap kasus prekursor narko­tika clandestine laboratory se­banyak dua kasus dengan 5 orang tersangka.<br>“Dari seluruh pengungkapan kasus narkotika tersebut, kami menyita banyak barang bukti,” tuturnya.<br>Petrus menuturkan, tiga terbe­sar barang bukti yang disita, antara lain sabu yang nyaris 2.000 kilogram, tepatnya sebesar 1,902 ton.<br>Kemudian, jenis ganja seberat 1,06 ton, ekstasi berbentuk tablet 262.789 butir dan ekstraksi berbentuk serbuk sebesar 16,5 kg.<br>Selain itu, BNN juga memus­nahkan 152,8 ton ganja basah di lahan tanaman narkotika dan jenis ganja seluas 63,9 hektar.<br>Menurutnya, barang bukti yang disita ini telah ikut berkon­tribusi besar menyelamatkan anak bangsa. Tak terbayang, jika berton-ton narkotika itu beredar di tengah masyarakat.<br>“Dari seluruh barang bukti narkotika yang disita itu, BNN berhasil menyelamatkan 12,2 juta generasi bangsa dari penyalahgunaan narkotika,” ungkap Petrus.<br>Menurutnya, pemberantasan jaringan narkotika selalu ditin­daklanjuti dengan pengungka­pan tindak pidana lainnya yang dilakukan oleh pelaku yaitu pencucian uang. Tujuannya satu, memiskinkan para bandar.<br>“Sepanjang 2022, kami mengungkap 17 kasus itu dengan tersangka sebanyak 20 orang dan total aset senilai Rp 33,8 miliar,” beber dia."
      },
      "6": {
        "title": "Tujuh Jenderal BNN RI Turun Musnahkan Ladang Ganja",
        "content": "Aceh Besar, InfoPublik - BNN RI mengajak seluruh masyarakat untuk turut menolak peredaran gelap narkoba melalui Pemusnahan Ladang ganja di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Kamis (29/9/2022).<br>Semangat perang melawan narkoba “War On Drugs” terus digelorakan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).<br>Dalam pemusnahan ladang ganja ini tujuh Jenderal, di bawah Pimpinan Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Drs. Kenedy, S.H., M.M., para jendral yang terdiri dari Inspektur Utama BNN, Irjen Pol Drs. Wahyono, M.A., CFrA., CGCAE., Direktur Narkotika BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, S.I.K., S.H., M.H., Direktur TPPU BNN, Brigjen Pol Drs. Aldrin Hutabarat, S.H., M.Si., Direktur Tindak Kejar BNN, Drs. I Wayan Sugiri,S.H., S.I.K., M.Si., Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., serta Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol Drs. Heru Pranoto, M.Si.,<br>Ditemukannya kembali ladang ganja di kawasan Aceh oleh Direktorat Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN, menjadi bukti nyata konsistensi BNN dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.<br>\"Temuan ini pun menjadi bukti kolaborasi yang kongkrit antara BNN dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Informasi Geospasial (BIG) yang selama ini telah terjalin,\" ujarnya.<br>Luas ladang ganja yang berhasil ditemukan terbagi menjadi dua titik. Satu titik ladang ganja, berada pada ketinggian 238 MDPL dengan luas lahan 2,5 hektar. Jumlah tanaman ganja pada lokasi pertama mencapai 12.000 batang tanaman dengan ketinggian tanaman 2 hingga 3 m. Pada lokasi pertama juga ditemukan 1.000 batang bibit tanaman ganja siap semai.<br>Sementara pada titik kedua, luas ladang ganja mencapai 4,5 hektar. Berada pada ketinggian 291 MDPL, jumlah tanaman yang berhasil dimusnahkan pada lokasi kedua mencapai 24.000 batang tanaman. Tinggi tanaman berkisar antara 1,5 hingga 2,5 m.<br>Dengan begitu, total luas dua titik ladang ganja yang telah dimusnahkan mencapai 7 hektar dengan jumlah tanaman 36.000 batang dan berat tanaman basah mencapai 17,5 Ton.<br>Sebanyak 140 pasukan diterjunkan. Terdiri dari Polda, Brimob, Kodim, Polres, serta BNN Provinsi Aceh.<br>Sebelum melakukan pemusnahan, Tim Laboratorium BNN melakukan tes cepat uji narkotika, dengan hasil uji sampel positif Tetrahydrocannabinol (THC).<br>Penemuan ladang ganja ini merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus 200 kg ganja di kawasan Pidie, pertengahan september lalu, dengan tersangka 1 orang berinisial N.<br>Keterlibatan beberapa institusi pemerintah dalam pemusnahan ladang ganja ini, merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Indonesia. (mc)"
      },
      "7": {
        "title": "BNN RI amankan 110 kilogram sabu dari dua lokasi berbeda",
        "content": "Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) mengamankan 110 kilogram sabu dari enam tersangka pada dua lokasi berbeda, yakni Aceh dan Kalimantan Barat. Hal tersebut diungkap Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose dalam konferensi pers di Kantor BNN RI, Jakarta Timur, Selasa.<br>“Saya mengucapkan terima kasih kepada Deputi Pemberantasan dengan jajaran yang sudah mengungkap barang bukti yang cukup fantastis, sebanyak 110.400 gram dari enam orang tersangka, dari dua lokasi yang berbeda,” kata Golose.<br>Golose juga mengatakan bahwa sabu yang berasal dari Myanmar tersebut merupakan produksi super laboratorium. Pasalnya, kata dia, sabu yang diamankan memiliki kemasan dan kualitas yang baik.<br>“Ini diyakini dengan betul bahwa (sabu) ini berasal dari superlab, bukan hanya kitchen laboratory atau clandestine laboratory yang sederhana. Dengan kualitas seperti ini, packing dan sebagainya, ini betul-betul dari transnational organized crime yang perlu kita hadapi bersama,” ucapnya.<br>Lebih lanjut Golose menjelaskan, kasus pertama terjadi di kawasan Pesisir Pantai Laweung, Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.<br>Tim gabungan yang terdiri dari Bea Cukai Provinsi Aceh, BNN Provinsi Aceh, dan BNN Kota Pidie melakukan penyisiran selama hampir dua pekan, hingga akhirnya berhasil meringkus tiga tersangka pada Senin, 19 Juni 2023. Tiga orang tersangka berinisial HE, R, dan MF kedapatan membawa sabu dari Perairan Langkawi Malaysia menuju perairan Indonesia melalui jalur pantai Laweung, Aceh menggunakan kapal jenis oskadon. Ketiganya diringkus saat hendak meninggalkan Pesisir Pantai Laweung, Aceh.<br>“Kepada petugas, para tersangka mengaku telah menyerahkan barang bukti tersebut pada tiga orang pria berinisial BUL (DPO), RAH (DPO), dan BIR (DPO) di Tepi Kuala Pantai Laweung,” kata Golose.<br>Pengejaran kemudian dilanjutkan hingga Selasa 20 Juni 2023, tim gabungan berhasil mengamankan empat karung sabu dengan berat mencapai 105.213 gram. Barang haram itu disembunyikan di belakang rumah warga, di Jl. Gampong Masjid, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh,<br>Berikutnya, BNN RI mengungkap penyelundupan sabu di kawasan Sanggau, Kalimantan Barat. Sebanyak 5.187 gram sabu yang diselundupkan di dalam pintu kiri dan kanan mobil berhasil diamankan pada Jumat, 23 Juni 2023. Golose mengatakan mobil tersebut digunakan oleh tiga orang tersangka, yakni HAR, MWA, dan JOH. Petugas menghentikan laju kendaraan ketiga tersangka di Jl. Tayan, Kelurahan Sosok, Tayan Hulu, Sanggau, Kalimantan Barat.<br>“Tim BNN juga melakukan penggeledahan di kamar kos pelaku yang bertempat di Jalan MT. Haryono, Akcaya, Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. Dari hasil penggeledahan, petugas menyita beberapa unit handphone sebagai bukti percakapan adanya transaksi yang dilakukan oleh tiga pelaku,” kata Golose.<br>Atas perbuatannya, para tersangka terancam Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.<br>“Jika diasumsikan satu gram dilakukan atau digunakan oleh dua orang, maka secara tidak langsung, BNN RI telah menyelamatkan generasi muda bangsa sebanyak 220.800 orang,” ucap Golose."
      },
      "8": {
        "title": "BNN sita uang TPPU Rp187,5 miliar sejak 2021 hingga 2023",
        "content": "Badung (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menyita uang hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkotika sekitar Rp187,5 miliar dari tahun 2021 hingga pertengahan 2023.<br>\"BNN RI menangani tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari tahun 2021 sampai Juni 2023 dengan jumlah 39 kasus, 44 orang tersangka dan jumlah nilai aset yang disita Rp187.523.827.849,\" kata Ketua BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose dalam acara puncak peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional 2023 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Senin malam.<br>Golose mengatakan uang ratusan miliar yang disita BNN RI itu sebagai bagian dari strategi hard power approach melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat jaringan narkotika.<br>Selain itu, hasil penegakan hukum tindak pidana narkotika selama kurun waktu 2021 hingga Juni 2023 berupa sabu-sabu seberat 6,04 ton, ganja 6,67 ton, lahan ganja 131,4 hektar, ganja basah 294,6 ton, dan pil ekstasi 464.900 butir.<br>Selain strategi hard power approach, kata Golose, BNN RI sebagai institusi terdepan penanggulangan masalah narkotika dengan pendekatan strategi yang komprehensif, meliputi soft power approach, smart power approach and cooperation.<br>\"Soft power approach merupakan aktivitas pencegahan untuk meningkatkan daya tangkal dan ketahanan diri masyarakat terhadap bahaya narkotika melalui kegiatan penyebarluasan informasi, edukasi, advokasi dan pemberdayaan masyarakat,\" katanya.<br>﻿Di samping itu, pendekatan ini juga meliputi peningkatan aksesibilitas dan akseptabilitas pelaksanaan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba untuk pemulihan dari kecanduan.<br>Pelaksanaan strategi ini dilakukan melalui berbagai program kegiatan, antara lain program desa bersinar (bersih narkoba) pada 414 desa/kelurahan, sekolah bersinar pada 1.740 sekolah, kampus bersinar pada 340 perguruan tinggi, dan lapas bersinar pada 175 lembaga pemasyarakatan, ketahanan keluarga anti narkotika 1.040 keluarga.<br>Selanjutnya, pemecahan rekor Muri menyanyikan lagu mars BNN bertajuk \"Gema Anti Narkotika\" secara serentak oleh 3,6 juta orang, Smash on Drugs International Table Tennis Championship 2023 diikuti oleh 13 negara dengan jumlah 239 atlet, Shooting Against Drugs diikuti pejabat eselon I dan II anggota Polri, ASN di lingkungan BNN RI dan atlet Perbakin Provinsi Bali, Sing Against Drugs tanggal 25-29 Juli 2023, Running Against Drugs tanggal 30 Juli 2023.<br>Sedangkan jumlah daerah tanggap ancaman narkoba sebanyak 150 kabupaten/kota terdiri dari 21 daerah kategori sangat tanggap dan 129 daerah kategori tanggap.<br>Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat dilaksanakan program alternative development pada kawasan rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dengan alih ketrampilan dan alih fungsi lahan yang telah dilaksanakan pada 76 kawasan.<br>Di bidang rehabilitasi, guna meningkatkan akseptabilitas layanan telah dilakukan program peningkatan kompetensi teknis bagi 1.100 orang dan sertifikasi bagi 285 konselor adiksi serta pelatihan 1.190 petugas agen pemulihan.<br>Untuk pelaksanaan layanan intervensi berbasis masyarakat telah dibentuk 299 unit rehabilitasi berbasis masyarakat yang tersebar pada 34 provinsi dan 173 kabupaten/kota guna menunjang peningkatan aksesibilitas layanan.<br>Sedangkan untuk strategi smart power approach, yakni dengan pemanfaatan teknologi informasi pada era digital secara maksimal dalam upaya penanggulangan narkotika melalui penggunaan elektronik penyidikan (e-mindik) versi 2.0 yang terintegrasi pada seluruh jajaran BNN RI dan kementerian/lembaga terkait.<br>Selain itu, digitalisasi intervensi berbasis masyarakat, percepatan administrasi BNN RI dengan menggunakan tanda tangan digital, peningkatan kemampuan laboratorium narkotika BNN RI dalam deteksi dini jenis NPS (new psychoactive substances) baru dan profiling drugs signature.<br>\"BNN RI juga melakukan strategi cooperation approach dalam menghadapi ancaman bahaya narkoba yang kita pahami bersama sebagai transnational organized crime, yang dapat merusak masa depan generasi muda sebagai modal dasar pembangunan sehingga diperlukan kerja sama, koordinasi dan kolaborasi baik nasional, regional dan internasional,\" kata Golose."
      },
      "9": {
        "title": "BNN RI musnahkan ratusan kilogram narkoba",
        "content": "Jakarta (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memusnahkan ratusan kilogram barang bukti narkoba yang diamankan pada periode Juni - Agustus 2023 di Lapangan Parkir BNN RI, Jakarta Timur, Senin.<br>\"Total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 115.905 gram sabu, 323.359 butir ekstasi, 61.140 butir tablet narkotika, 234 gram tembakau sintetis, dan 51.682,7 gram ganja. Ini kali kedelapan BNN RI melakukan pemusnahan barang bukti sepanjang tahun 2023,\" kata kepala BNN RI Komjen Polisi Petrus Reinhard Golose dalam konferensi pers Pemusnahan Barang Bukti Narkotika.<br>la mengatakan pemusnahan ganja, ekstasi, tembakau sintetis, dan sabu-sabu tersebut merupakan hasil dari 13 laporan kasus narkotika (LKN) yang melibatkan jaringan sindikat narkotika, baik nasional maupun internasional dengan tersangka sebanyak 19 orang.<br>Dia merinci total barang bukti yang disita dari 13 kasus itu sebanyak 116.024,16 gram sabu, 323.822 butir ekstasi, 61.200 butir tablet narkotika, 236 gram tembakau sintetis, dan 53.010,97 gram ganja.<br>﻿Sebelum dilakukan pemusnahan, katanya, telah disisihkan 119.16 gram sabu, 463 butir ekstasi, 60 butir tablet narkotika, 2 gram tembakau sintetis, dan 1.328,27 gram ganja untuk kepentingan iptek dan uji laboratorium di persidangan.<br>\"Sesuai dengan Pasal 91, 92 UU 35/2009, yaitu barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan,\" kata Petrus.<br>Petrus mengatakan bahwa modus operandi pelaku narkotika selalu berubah-ubah dan mengelabui para petugas. Dalam bidang penanggulangan narkotika, BNN selalu menerapkan prinsip-prinsip \"zero tolerance\" terhadap penyalahgunaan peredaran gelap narkotika.<br>Pemusnahan barang bukti narkotika ini, ujarnya, merupakan wujud transparansi dan pertanggungjawaban BNN kepada publik dan sesuai dengan slogan \"War on Drugs\",\" ujar Petrus.<br>Dia mengklaim bahwa pengungkapan dan pemusnahan ini telah menyelamatkan sekitar 642.267 jiwa.<br>\"Semoga apa yang kita lakukan ini besar manfaat dalam menyelamatkan generasi muda dan sekali lagi mari kita sama-sama 'War on Drugs' untuk Indonesia bersinar,\" tutupnya."
      }
    },
    "legal": {
      "1": {
        "title": "War On Drugs BNN Provinsi Bali Kerjasama dengan STIKes Wira Medika Bali",
        "content": "STIKes Wira Medika Bali melaksanakan kerjasama dengan BNN Provinsi Bali pada hari Selasa, tanggal 22 Maret 2022 bertepatan dengan peringatan HUT BNN RI yang ke 20 tahun. Nota Kesepahaman tersebut sebagai landasan kerjasama kedua belah pihak dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi baik dari STIKes Wira Medika Bali maupun dari BNN Provinsi Bali khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program.<br>Pelaksanaan kerjasama ini merupakan lanjutan dari kerjasama sebelumnya yang sudah terjalin sejak tahun 2016 dimana Jegeg Bagus Wira Medika mendapatkan kehormatan dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba oleh BNN Provinsi Bali untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Penandatangan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M selaku Ketua STIKes Wira Medika Bali dan Brijen Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putra, S.H., M.Si. selaku kepala BNN Provinsi Bali.<br>Pada kesempatan ini juga, Ketua STIKes Wira Medika Bali dilibatkan dalam pemusnahan barang bukti narkoba hasil penyitaan dari BNN Provinsi Bali. Berdasarkan informasi dari kepala BNN Provinsi Bali jika diperjual belikan narkoba yang dimusanahkan hari ini mencapai 1,2 miliar rupiah. BNN Provinsi Bali dan STIKes Wira Medika Bali melalui MOU ini selanjutnya akan selalu intens memerangi narkoba baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat dan selalu siap menggemakan War On Drugs."
      },
      "2": {
        "title": "BNN Nyatakan Perang Lawan Narkoba di Pesawat Lion Group",
        "content": "BATAM, PM: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Rabu 27 September 2023 melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Lion Group, dalam pelaksanaan penyebarluasan informasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.<br>Kesepakatan itu ditandatangani bersama oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Richard M. Nainggolan dan Direktur PT. Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi di Hanggar G Batam Aero Technic (BAT) di Area Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.<br>“Perjanjian kerja sama ini melingkupi lima hal antara lain, penyediaan aircraft livery untuk digunakan sebagai media informasi dan edukasi, penyelenggaraan berbagai program atau kegiatan informasi dan edukasi khususnya terkait penyuluhan narkoba dalam bentuk interaksi dengan para penumpang,” terang Richard.<br>“Selain itu ada juga penyelenggaraan program seminar tentang penyalahgunaan narkoba kepada seluruh pegawai PT Lion Group, penyelenggaraan sosialisasi di wilayah kargo terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta program pengembangan informasi dan edukasi lainnya,” sambungnya.<br>“Diharapkan informasi melalui pesawat masyarakat bisa membaca bahwa, ada permasalahan narkotika termasuk bagaimana mengajak masyarakat untuk berperang melawan narkoba kejahatan narkoba, jadi ini sangat positif sekali tentunya kerjasama dengan Lion untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba,” kata Richard.<br>“Pembuatan aircraft livery ini diharapkan dapat menjadi media kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika yang efektif, khususnya kepada para pengguna moda transportasi udara,” ucap Richard.<br>Sementara itu Direktur PT. Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihaknya sangat mendukung program BNN RI dalam rangka pencegahan narkotika. “Kami sangat mendukung, tidak hanya penempelan stiker, sosialisasi pencegahan bahaya narkoba ke masyarakat, kami juga rutin melaksanakan tes urin dan sosialisasi kepada pegawai Lions Group,” ujar Daniel.<br>Dijelaskan Daniel, terkait dengan aircraft livery PT. Lion Group menyediakan empat maskapai yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Super Air Jet dengan tipe pesawat boeing 737NG series, airbus A320-200 series, dan ATR 72 series.<br>“Aircraft livery tersebut akan terpasang selama 3 tahun terhitung sejak tanggal 12 Agustus 2023,” pungkas Daniel.<br>Pantauan POSMETRO BATAM, terlihat sudah terpasang stiker bertulisan ‘Say no to Drugs, Say yes to Travel’ dan tulisan ‘ War on Drugs, Speed Up, Never Let Up."
      }
    },
    "prevention": {
      "1": {
        "title": "Kepala BNN RI Tutup Gelaran Smash On Drugs 21st Anniversary Championship",
        "content": "Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dr. Petrus Reinhard Golose, secara resmi menutup gelaran Smash On Drugs Table Tennis Invitation Championship of Men's and Women's Doubles 2023 yang dilaksanakan dalam rangka jelang HUT BNN RI ke-21, di GOR Otista, Jakarta Timur. Jumat (10 Februari 2023).<br>Dalam sambutannya, Kepala BNN RI memberikan apresiasinya kepada seluruh atlet tenis meja terbaik yang telah berpartisipasi serta ikut berkompetisi dalam kejuaraan ini.<br>\"Terlepas dari kalah ataupun menang, Saya berharap kejuaraan tenis meja ini tetap menjadi media untuk memperkuat silaturahmi, sekaligus sebagai momentum agar Kita lebih semangat dalam mewujudkan Indonesia Bersinar,''imbuhnya.<br>Pada gelaran Smash on Drugs BNN RI 21ST Anniversary Championship yang diikuti oleh 98 atlet nasional tenis meja, terdiri dari 56 atlet putra atau 28 pasang kategori Ganda Putra dan 42 atlet putri atau 21 pasang kategori Ganda Putri ini, berhasil dimenangkan oleh pasangan Triyono - Syafril (TYTYAN KENCANA) pada kategori Ganda Putra serta pasangan Gustine - Christine (MORNING WHISTLE) pada kategori Ganda Putri. <br>Kepada para pemenang, Kepala BNN RI berpesan agar gelar juara yang diraih pada kejuaraan ini tidak lantas membuat berpuas diri melainkan menjadi pemacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. <br>\"Kepada atlet yang hari ini bergembira meraih gelar juara, Saya ucapkan selamat atas capaian yang membanggakan. Kiranya prestasi yang diraih hari ini tidak membuat cepat merasa puas. Prestasi ini dapat menjadi pemacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi untuk atlet yang belum berhasil, agar tetap berlatih dan terus berusaha dengan tidak ada kata menyerah agar dapat mencapai hasil yang diharapkan kedepannya,'' ujarnya.<br>Menutup sambutannya, Kepala BNN RI mengimbau para atlet untuk menjadi duta anti narkotika dengan memberikan edukasi dan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat di lingkungan sekitar untuk mendukung program War on Drugs menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (Tim Liputan)."
      },
      "2": {
        "title": "BNN Nyatakan Perang Lawan Narkoba di Pesawat Lion Group",
        "content": "BATAM, PM: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Rabu 27 September 2023 melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Lion Group, dalam pelaksanaan penyebarluasan informasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.<br>Kesepakatan itu ditandatangani bersama oleh Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Richard M. Nainggolan dan Direktur PT. Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi di Hanggar G Batam Aero Technic (BAT) di Area Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.<br>“Perjanjian kerja sama ini melingkupi lima hal antara lain, penyediaan aircraft livery untuk digunakan sebagai media informasi dan edukasi, penyelenggaraan berbagai program atau kegiatan informasi dan edukasi khususnya terkait penyuluhan narkoba dalam bentuk interaksi dengan para penumpang,” terang Richard.<br>“Selain itu ada juga penyelenggaraan program seminar tentang penyalahgunaan narkoba kepada seluruh pegawai PT Lion Group, penyelenggaraan sosialisasi di wilayah kargo terkait Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta program pengembangan informasi dan edukasi lainnya,” sambungnya.<br>“Diharapkan informasi melalui pesawat masyarakat bisa membaca bahwa, ada permasalahan narkotika termasuk bagaimana mengajak masyarakat untuk berperang melawan narkoba kejahatan narkoba, jadi ini sangat positif sekali tentunya kerjasama dengan Lion untuk memberikan edukasi tentang bahaya narkoba,” kata Richard.<br>“Pembuatan aircraft livery ini diharapkan dapat menjadi media kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika yang efektif, khususnya kepada para pengguna moda transportasi udara,” ucap Richard.<br>Sementara itu Direktur PT. Lion Group, Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, pihaknya sangat mendukung program BNN RI dalam rangka pencegahan narkotika. “Kami sangat mendukung, tidak hanya penempelan stiker, sosialisasi pencegahan bahaya narkoba ke masyarakat, kami juga rutin melaksanakan tes urin dan sosialisasi kepada pegawai Lions Group,” ujar Daniel.<br>Dijelaskan Daniel, terkait dengan aircraft livery PT. Lion Group menyediakan empat maskapai yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Super Air Jet dengan tipe pesawat boeing 737NG series, airbus A320-200 series, dan ATR 72 series.<br>“Aircraft livery tersebut akan terpasang selama 3 tahun terhitung sejak tanggal 12 Agustus 2023,” pungkas Daniel.<br>Pantauan POSMETRO BATAM, terlihat sudah terpasang stiker bertulisan ‘Say no to Drugs, Say yes to Travel’ dan tulisan ‘ War on Drugs, Speed Up, Never Let Up."
      },
      "3": {
        "title": "Perkuat Sosialisasi Penyalahgunaan Narkotika, BNI Kerja Sama dengan BNN RI",
        "content": "Jakarta, Rabu (22/2/2022) -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI sebagai bank milik negara proaktif mendorong penciptaan lingkungan bersih dari narkotika dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).<br>Selain menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif guna melompat lebih tinggi, BNI berharap dapat menjadi percontohan sebagai bank milik pemerintah yang produktif sekaligus bersih dari penyalahgunaan narkotika.<br>Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, dan Prekursor Narkotika.<br>Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan oleh Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, dengan Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose.<br>Royke mengungkapkan bahwa kerjasama ini merupakan salah satu komitmen BNI dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Narkotika.<br>Kami berharap dapat melakukan tindakan deteksi dini, edukasi, dan advokasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika di lingkungan BNI dan masyarakat sekitar.<br>\"Tentunya sebagai bank milik negara yang menjunjung nilai AKHLAK, upaya proaktif dalam memerangi penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu tanggung jawab kami. Kami berterima kasih kepada BNN RI yang terus membimbing BNI untuk menjadi bank percontohan,\" katanya.<br>Adapun, acara tersebut dilanjutkan dengan Penandatanganan PKS  tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Jasa layanan Perbankan oleh Direktur Institutional Banking BNI Sis Apik Wijayanto dengan Sekretaris Utama BNN RI, Brigjen Pol. Tantan Sulistyana  S H  SIK  MM.,<br>BNI juga terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang unggul dan inovatif dengan mengusung konsep digital banking dalam rangka memenuhi kebutuhan transaksi keuangan di lingkungan Badan  Narkotika Nasional Republik Indonesia.<br>\"Kami akan proaktif menyediakan solusi paling cocok bagi BNN RI antara lain melalui Cash Management System (CMS), Penggunaan Virtual Account, Fasilitas Kartu Kredit Pemerintah, Kredit Tanpa Agunan, serta produk dan jasa perbankan lainnya,\" pungkas Royke."
      },
      "4": {
        "title": "MoU KPI dan BNN RI: Mendorong Kampanye Pemberantasan Narkotika melalui Penyiaran",
        "content": "Jakarta – Salah satu ancaman terbesar yang dihadapi generasi penerus bangsa ini adalah penyalahgunaan narkotika. Ancaman ini tidak main-main karena dampak yang ditimbulkannya akan menghancurkan masa depan anak muda dan juga bangsa ini.<br>Sebagai lembaga negara yang menjunjung tinggi nilai positif bagi generasi penerus, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ikut andil memerangi seluruh penyalahgunaan narkotika khususnya melalui media penyiaran. Dan, semangat tersebut diwujudkan melalui kerjasama penandatanganan MoU dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) pada Selasa (31/1/2023) di Jakarta.<br>MoU ini merupakan komitmen bersama menyebarkan pesan-pesan melawan penyalahgunaan narkotika melalui media penyiaran di Indonesia. TV dan radio sebagai lembaga penyiaran dianggap memiliki fungsi strategis untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut ke masyarakat.<br>Penandatanganan MoU dilakukan langsung, Agung Suprio, Ketua KPI Pusat, dan Ketua BNN RI, Petrus Reinhard Golose. Turut hadir jajaran pimpinan dari kedua lembaga.<br>Dalam sambutannya, Ketua KPI Pusat, Agung Suprio menyampaikan, fokus utama lembaganya adalah mengawasi isi siaran, apalagi makin banyak hadir lembaga penyiaran di masa penyiaran digital. Menurut dia, fokus pengawasan ini supaya tidak ada potensi buruk yang muncul di masyarakat.<br>“Silahkan Bapak dan Ibu bisa cek ke kantor kami (KPI), kami selalu mengawasi isi siaran selama 24 jam dan itu menjadi fokus kami,” pungkas Agung meyakinkan.<br>Senada dengan semangat KPI, Ketua BNN, Reinhard Golose mengatakan, tujuan menyampaikan pesan anti narkoba melalui dunia penyiaran agar dapat diterima masyarakat lebih massif. Sampainya pesan anti narkoba, lanjutnya, diharapkan dalam bentuk yang menarik serta tersebar luas.<br>“Sudah saya perintahkan, BNN di tingkat provinsi untuk membangun kerja sama dengan KPI yang ada di tiap provinsi sehingga ke depan kita (BNN) bisa menyebarkan pesan anti narkotika sebagai salah satu strategi kami,” jelas Reinhard.<br>Dalam acara penandatanganan MoU tersebut, hadir pula perwakilan KPI Daerah, BNN tingkat Provinsi dan Kota/Kabupaten, yang masing-masing memberikan harapannya tentang pemberantasan narkotika secara daring."
      },
      "5": {
        "title": "BNN Jabar gelar Talk show bersama Santri  di Cianjur untuk Pesantren bebas Narkoba",
        "content": "CIANJUR, CEKLISSATU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cianjur, menggelar Talk Show bersama Santri. Acara yang digelar di halaman Yayasan Pondok Pesantren Tanwiriyyah, Desa Sindanglaka, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengusung tema, 'Peran Santri Dalam Mewujudkan Pesantren Bersih Dari Narkoba' (Bersinar).<br>Menurut Ketua Tim Pencegahan BNN Provinsi Jawa Barat, Yohanes Eko Ariyanto. Kegiatan tersebut tujuannya membentuk Relawan Santri Anti Narkoba dari kalangan Santri khususnya di Kabupaten Cianjur, karena sebelumnya sudah dilakukan di Cirebon dan Tasikmalaya. Mengingat, santri memiliki peran penting dalam rangka melakukan pencegahan dan pengawasan peredaran Narkoba.<br>'Antusiasme para santri maupun pelajar di ponpes ini, sangat ramai dan dinilai sangat mendukung dengan kegiatan yang sudah digelar oleh pihaknya, Sehingga pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pihak ponpes yang telah menerimanya dengan Baik,' ungkapnya pada Kamis, 19 Oktober 2023.<br>Yohanes Menambahkan, Kegiatan ini merupakan kegiatan awal dalam rangka mewujudkan Ponpes Bersih dari Narkoba, dan kedepannya, Pihaknya juga akan melakukan Road Show ke tiap kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Barat yang difokuskan ke tiap Pesantren.<br>Yohanes juga menyebut, Wilayah Jawa Barat merupakan wilayah yang sangat luas, sehingga pihaknya akan terus melakukan pencegahan sekaligus membentengi dalam meminimalisir peredaran Narkoba di lingkungan Ponpes maupun lingkungan sekolah.<br>'Meskipun tidak terlalu besar, namun kasus penyalahgunaan Narkoba dikalangan pelajar se- Jawa Barat, mengalami peningkatan, dalam hal ini mereka kerap menyalahgunakan Obat obatan terlarang, sehingga apapun penyalahgunaan nya, itu akan menjadi tanggungjawab bersama khususnya BNN, BNN juga berharap, agar semua kalangan pelajar, santri maupun mahasiswa membuat Komitmen dalam mencegah peredaran Narkoba,' pungkasnya.<br>Sementara itu, menurut Ketua Yayasan Ponpes Tanwiriyyah, KH. Deden Ahmad Jauhar Tanwiri. Pihaknya merasa senang dan bahagia dengan adanya kegiatan tersebut, yang digelar oleh Pihak BNN Provinsi Jabar dan BNNK Cianjur. Karena hal ini sebagai bukti kepedulian Pemerintah melalui BNN terhadap generasi muda khususnya yang ada di lingkungan Ponpes Tanwiriyyah, karena para pemuda dan pemudi merupakan Generasi penerus untuk menjadi para pemimpin dimasa yang akan datang.<br>'Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat sekali bagi anak didik kami, dan berharap membuat kerjasama yang lebih baik lagi dalam mewujudkan ponpes bersinar, sehingga perlu dilakukan pencegahan dan pengawasan yang lebih kuat lagi, agar seluruh santri tidak ada yang terpapar oleh narkoba,' ungkapnya."
      },
      "6": {
        "title": "BNN-KASN Siapkan Pengawasan Narkoba di Kalangan ASN",
        "content": "Sebagai wujud pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menandatangani dua perjanjian kerja sama, Jumat (17/6/2022). Penandatangan pertama dilakukan oleh Wakil Ketua KASN, Tasdik Kinanto, dengan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Tagam Sinaga, terkait Tes/Uji Narkotika bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah. Selanjutnya, penandatanganan kedua dilakukan oleh Wakil Ketua KASN dengan Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, Jafriedi, terkait Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika bagi Aparatur Sipil Negara.<br>Tasdik mengatakan, dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengawasan penerapan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN, KASN selama ini telah menerima berbagai laporan mengenai penyalahgunaan narkotika oleh ASN. Pelanggaran tersebut jika terus dibiarkan akan berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik.<br>'Profesi ASN adalah profesi yang mulia, di mana setiap pegawai berfungsi melayani publik dan melaksanakan kebijakan pemerintah. Fungsi ini tidak akan berjalan optimal apabila pegawai ASN mulai kecanduan penyalahgunaan narkotika. Kinerja akan merosot, integritas menjadi tercela bahkan merusak lingkungan sekitar,' ungkap Tasdik.<br>Oleh karena itu, KASN memandang perlu mengambil langkah strategis untuk bersinergi dengan BNN dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan ASN. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan ada tindakan implementatif pencegahan yang dapat segera dilakukan, yaitu:<br>Mengadakan transfer knowledge untuk memperkuat kapasitas kedua lembaga, khususnya pencerahan terkait penyalahgunaan narkotika kepada KASN dan manajemen ASN berbasis sistem merit kepada BNN.<br>Melakukan sosialisasi pencegahan narkotika ke instansi pemerintah, pusat dan daerah, untuk meningkatkan kesadaran instansi dan ASN membentengi diri dari persoalan penyalahgunaan narkotika.<br>Mengkoordinasikan dengan pimpinan instansi pemerintah dalam memonitor pembinaan disiplin terhadap ASN yang terbukti menyalahgunakan narkotika.<br>KASN dan BNN daerah dalam kesempatan tertentu dapat melakukan uji narkotika yang bersifat inspeksi mendadak sebagai salah satu upaya meningkatkan pengawasan Nilai Dasar, Kode Etik, dan Kode Perilaku ASN.<br>'Kami berharap selama masa implementasi perjanjian kerja sama ini koordinasi antara KASN dengan Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Deputi Bidang Pencegahan BNN dapat berjalan simultan sehingga kerja sama berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi terwujudnya lingkungan ASN yang bebas narkotika,' harap Wakil Ketua KASN.<br>Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Tagam Sinaga, mengatakan, kerja sama dengan KASN merupakan langkah strategis di tengah peningkatan prevalensi pengguna narkoba di Indonesia pada 2021. Sebelumnya, pada 2019 prevalensi pengguna narkoba di Indonesia berjumlah 1,80 persen atau 3,41 juta sedangkan pada 2021 meningkat menjadi 1,95 persen atau 3,66 juta jiwa.<br>'Kerja sama yang dapat dilakukan antara BNN dengan KASN dalam hal ini adalah dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui penyebarluasan informasi yang intens mengenai P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) baik secara internal maupun eksternal,' terang Tagam.<br>Tagam berharap, kerja sama antara pihaknya dengan KASN dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga cita-cita untuk mewujudkan Indonesia bebas narkoba dapat segera terwujud. (NQA/HumasKASN)"
      },
      "7": {
        "title": "BNN Run 2023, Cegah Penyalahgunaan Narkoba dengan Kegiatan Positif",
        "content": "Gianyar, Beritasatu.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menggarisbawahi pentingnya mengadakan kegiatan-kegiatan positif sebagai cara mencegah penyalahgunaan narkoba. Salah satunya melalui kegiatan BNN Run 2023 yang berlangsung di Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (30/7/2023).<br>Sebagai salah satu upaya pencegahan, BNN menekankan pentingnya mengedepankan kegiatan positif, seperti olahraga, untuk menciptakan rasa bahagia tanpa perlu bergantung pada penyalahgunaan narkotika.<br>\"Melalui kegiatan positif ini, kita dapat mencegah penyalahgunaan seperti coba-coba menggunakan narkotika. Pesan ini harus terus diulang dan tidak boleh diabaikan,\" kata Petrus Golose, Minggu (30/7/2023).<br>Sebagai bagian dari peringatan Hari Anti Narkotika Indonesia (HANI), Petrus Golose menyebutkan bahwa BNN Run 2023 yang bertajuk \"Running Against Drugs\" di Bali menjadi puncak kegiatan BNN. Acara ini diikuti 1.500 peserta baik dari dalam negeri maupun internasional, termasuk Peru, Amerika, Kenya, Perancis, dan Rusia.<br>Petrus Golose juga menyoroti penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Ia mengungkap Bali masuk dalam 20 provinsi di Indonesia dengan tingkat penyalahgunaan narkotika tertinggi.<br>\"Hingga bulan Juli, mayoritas perempuan di dalam lembaga pemasyarakatan (LP) mengalami kasus narkotika yang lebih tinggi dibandingkan kasus pidana lainnya,\" terangnya.<br>Lebih lanjut, Petrus Golose menyatakan bahwa sekitar 50% kasus pidana di Indonesia terkait dengan narkotika. Untuk itu semua pihak harus bekerja sama dalam mengatasi masalah ini.<br>\"Ini merupakan tanggung jawab saya selaku Kepala BNN, para pemangku kepentingan, dan semua pihak,\" tegasnya.<br>Golose juga mewaspadai peredaran obat terlarang jenis baru seperti ventalin, seperti yang beredar di Amerika Serikat dan juga masuk ke negara Asia Tenggara, Myanmar. Obat tersebut dikemas dalam bentuk farmasi, dan banyak orang yang menyalahgunakan obat ini.<br>\"Situasinya mirip dengan apa yang terjadi di Amerika Serikat dengan ventanil. Di BNN, telah ada upaya rehabilitasi, tetapi obat yang disalahgunakan berbeda. Kami terus memantau hal ini. Ini menjadi fokus perhatian saya,\" tambahnya."
      },
      "8": {
        "title": "Kampanye Lawan Narkoba, BNN Gandeng UNPAR Gelar Kompetisi Paduan Suara",
        "content": "UNPAR.AC.ID, Bandung – Keterlibatan lingkungan pendidikan dinilai penting sebagai upaya kampanye pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Hasil riset Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkoba pada rentang usia 15-24 tahun.<br>Berkolaborasi dengan Universitas Katolik Parahyangan dan Bandung Choral Society (BCS), BNN RI menyelenggarakan kompetisi paduan suara atau Bandung Choral Festival (BCF) dengan target pelajar dan mahasiswa sebagai sasaran utama.<br>Kompetisi yang mengangkat tema “Sing Against Drugs” ini digelar selama 4 hari, 28-31 Maret 2022 di Auditorium Pusat Pembelajaran Arntz-Geise UNPAR. Sebanyak 50 tim paduan suara siap bertanding dan memperebutkan hadiah total senilai Rp 150 juta. <br>Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, Ph.D., menyampaikan atensinya atas upaya BNN selama 20 tahun ini memerangi penyalahgunaan narkoba. Sebagaimana diketahui, BCF 2022 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT BNN RI ke-20. <br>“BNN selalu menunjukkan perhatiannya agar semuanya bersih, terbebas dari narkoba. Apresiasi untuk penyelenggaraan BCF ini, BNN membangun talenta-talenta yang hebat melalui kompetisi. Memerangi narkoba melalui keindahan bernyanyi adalah sebuah ide brilian, sangat patut diapresiasi,” ujar Rektor. <br>Rektor pun berterima kasih karena BNN memilih UNPAR sebagai tuan rumah-tempat penyelenggaraan kompetisi- bersama BCS. Tak sekadar berkompetisi, “Sing Against Drugs” membawa pesan tersendiri bagi perguruan tinggi bahwa tidak setiap orang steril atau imun dari godaan penyalahgunaan narkoba. Mewujudkan kampus bersinar (bersih dari narkoba) pun menjadi upaya nyata yang dilakukan UNPAR bersama perguruan tinggi lainnya dalam jejaring Artipena (Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba). <br>“Menjadi pesan bagi UNPAR supaya kampus ini betul-betul bebas dari penyalahgunaan narkoba. Harapannya, kolega pimpinan perguruan tinggi di Jabar juga menerima itu sebagai pesan bersama agar perguruan tinggi di Jabar juga bersih dari narkoba,” ucapnya.<br>Kepala BNN RI Komjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam sambutannya yang diwakili oleh Deputi Pencegahan BNN RI Irjen. Pol. Drs. Sufyan Syarif, M.H., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi bersama UNPAR, BCS, dan Artipena. <br>Keterlibatan lingkungan pendidikan menjadi hal penting, karena setelah lingkungan keluarga, pengembangan karakter diri generasi muda juga terbentuk melalui lingkungan pendidikan. Maka itu, diperlukan lingkungan pendidikan yang sehat dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.<br>“Ini tidak bisa dilakukan BNN sendiri, tentunya seluruh stakeholder ikut serta bersama-sama,” tuturnya.<br>Sebagaimana diketahui, penelitian yang dilakukan BNN RI bersama BRIN dan BPS pada 2021 lalu mencatat angka prevalensi penyalahgunaan narkoba pada rentang 15-24 tahun telah mencapai angka 1,96%, sementara pada penelitian tahun 2019 sebesar 1,80%. <br>Data tersebut menjadi dorongan untuk melakukan upaya masif, termasuk melalui BCF sebagai salah satu strategi pendekatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Kampanye P4GN yang dibalut secara artistik ini diharapkan mampu membawa gagasan dan pesan untuk menggelorakan semangat kebangsaan dalam perang melawan narkoba. (Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR)"
      },
      "9": {
        "title": "BNN RI utamakan pencegahan dan penghapusan stigma pengguna narkotika",
        "content": "Badung (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menyatakan bahwa pencegahan dan menghapus stigma buruk bagi pengguna narkotika lebih diutamakan guna membantu kesehatan mental pengguna pascarehabilitasi.<br>Kepala BNN RI Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose di Badung, Bali, Senin malam mengatakan hal tersebut penting dan mendesak mengingat berdasarkan UNODC World Drug Report tahun 2022 jumlah penyalahgunaan narkotika di dunia sebesar 284 juta orang pada rentang usia 15-64 tahun.<br>\"Angka itu tersebar hampir di seluruh negara belahan dunia didominasi oleh generasi muda pada usia produktif yang selalu mendapatkan stigma buruk dan diskriminasi yang mengakibatkan timbulnya permasalahan kesehatan dan sosial yang sulit dipulihkan,\" kata dia saat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Badung.<br>Menurut Mantan Kapolda Bali itu, kondisi tersebut diperparah dengan hanya 20% dari penyalahguna narkotika tersebut yang mendapatkan layanan rehabilitasi, sehingga hal tersebut menjadi keprihatinan dunia dan perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.<br>Oleh karena itu, kata Golose, tema HANI 2023 merupakan bagian penting bagi Indonesia untuk mengangkat sisi pencegahan dan penghapusan stigma bagi pengguna narkotika yakni people first: stop stigma and discrimination, strengthen prevention. Apalagi tahun ini Indonesia terpilih sebagai anggota Commission on Narcotic Drugs (CND) periode 2024-2027.<br>Golose mengatakan kepemimpinan tersebut merupakan komitmen secara internasional dalam bidang penanggulangan narkotika dimana Indonesia berhak memberikan suaranya dalam setiap penentuan kebijakan penanggulangan narkotika dalam kancah dunia Internasional.<br>Di samping itu, kata dia, BNN RI akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Heads of National Drug Law Enforcement Agencies, Asia and the Pacific (HONLAP) ke-45 di Bali. HONLAP merupakan pertemuan yang bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu kebijakan dan penegakan hukum yang menonjol di wilayah Asia Pasifik.<br>la mengatakan BNN RI sebagai leading institution penanggulangan permasalahan narkotika dengan berbagai pendekatan strategi yang komprehensif meliputi beberapa strategi yakni strategi soft power approach, hard power approach, smart power approach and cooperation mampu memberikan dampak yang besar bagi kerja sama bidang pemberantasan narkotika Internasional.<br>Dalam mendukung upaya optimalisasi capaian strategi di bidang narkotika, BNN RI, kata dia, senantiasa melakukan pengembangan kompetensi sumber daya manusia pada tingkat kerja sama internasional seperti bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP), Australian Border Force (ABF), United States Drugs Enforcement Administration (US DEA), Ilea Narcotic Investigations Course Thailand.<br>﻿Selain itu, ujar Golose, Indonesia membangun kerja sama dengan Academic Course Directorate of Anti Narcotic of Colombia Nations Police, Disclosure and Investigation of Crime in the Field on Drug Trafficking Russia, Bureau of International Narcotic and Law Enforcement Affairs (ILA), The Colombo Plan Drug Advisory Program (CPDAP), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).<br>\"Indonesia secara konsisten selalu memperingati hari anti narkotika internasional sebagai wujud keprihatanan dengan berkomitmen dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN),\" kata Golose.<br>Peringatan hari anti narkotika internasional tahun 2023 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali pada tahun ini, kata Golose, merupakan peringatan terbesar di dunia.<br>Oleh karena itu, Golose selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat, baik nasional maupun internasional untuk bersama-sama melakukan akselerasi war on drugs."
      },
      "10": {
        "title": "Deputi Pencegahan BNN RI, Beri Penguatan Kepada Mahasiswa UMGO",
        "content": "KBRN, Gorontalo : Indonesia saat ini sedang berada pada situasi darurat narkotika. Dalam Upaya pencegahan dan Pemberantasan terhadap Narkoba, Badan Narkotika Nasional melakukan beberapa strategi antara lain dengan menggalakan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).<br>Hal ini disampaikan Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Dra. Yunis Farida Oktoris, M.SI kepada RRI seusia memberikan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Kamis (14/09/23).<br>Menurut Yunis Farida Oktoris, dalam rangka pencegahan terhadap narkoba pihaknya lebih memperkuat kelompok masyarakat melalui lingkungan keluarga. Selain itu BNN bersama Pemerintah terus mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar) yang ada di seluruh indonesia, dalam rangka pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Gelap Narkotika.<br>“Di Dalam darurat narkoba kita melakukan P4GN, Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. Disatu sisi pencegahan apa sih yang harus diperkuat salah satunya yaitu kelompok masyarakat terkecil melalui keluarga yang diwadahi di desa dan kelurahan, kita Gerakan supaya bisa melakukan kegiatan untuk mewujudkan desa bersih narkoba.” Kata Yunis Farida.<br>Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo, Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat mengutarakan, dalam upaya mensukseskan program P4GN, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, salah satunya dengan membentuk Desa bersih narkoba.<br>“Yang kami lakukan khusus di tahun 2023, kami sudah melakukan perjanjian Kerjasama baik itu dengan kampus, dengan Pemerintah Daerah yang mempunyai Desa bersinar.” Tutur Kepala BNNP.<br>Brigjen Pol. Rudy Ahmad Sudrajat menambahkan, di tahun 2023 ini BNN Provinsi maupun Kabupaten dan Kota telah membuat beberapa program prioritas untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba. Antara lain intervensi berbasis Masyarakat dan ketahanan keluarga.<br>“Dalam program PKS tersebut kami membuat beberapa program andalan seperti intervensi berbasis masyarakat, kemudian soft kill, ketahanan keluarga. Jadi ini yang kami kedepankan pada saat ini. Sehingga nanti dari masing-masing desa bersinar bisa menularkan kepada desa yang lain dan nanti akan muncul agen-agen kami untuk menyebarluaskan informasi masalah bahayanya penyalahgunaan narkoba.” Tambahnya.<br>Pada Kuliah umum ini, Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Yunis Farida Oktoris membahas Akselerasi Cegah dan Berantas Narkoba yang dilakukan BNN. (RA)"
      }
    },
    "secretariat": {
      "1": {
        "title": "Musren BNN RI di Magelang Akselerasi Menuju Indonesia Bersinar",
        "content": "BERITAMAGELANG.ID - Kabupaten Magelang menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Perencanaan BNN RI tahun 2023 dengan tema Akselerasi War On Drugs Menuju Indonesia Bersinar. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala BNN RI Dr. Petrus Reinhard Golose di Grand Artos Hotel Magelang, Senin (6/2/2023).<br>Kegiatan Musren BNN di Kabupaten Magelang memiliki makna filosofis yaitu agar jajaran BNN RI dapat merefleksikan pesan nilai kehidupan dari keberadaan Candi Borobudur sebagai mahakarya leluhur Nusantara. Relief yang ada pada Candi Borobudur melambangkan gambaran alam semesta dengan tahapan tingkatan kehidupan manusia, dari Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu yang menunjukkan tingkatan tertinggi penunjuk kesempurnaan.<br>Maka dari itu, BNN RI berkomitmen untuk menuju tingkatan kinerja lebih baik meskipun dalam pelaksanaan tugas menghadapi berbagai tantangan.<br>“Pesan moral ini sangat relevan dan kontekstual dengan peran dan tugas kita dalam melindungi dan menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba, dengan melakukan akselerasi perang melawan narkoba,” kata Golose usai kegiatan tersebut.<br>Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi BNN RI dalam upaya memulihkan kondisi perekonomian nasional pasca pencabutan kebijakan PPKM oleh pemerintah karena pandemi covid-19.<br>Golose menambahkan, pihaknya berhasil mengidentifikasi sebanyak 91 narkoba jenis baru atau new psychoactive substances atau NPS yang berhasil masuk ke wilayah Indonesia. Sebenarnya setiap Minggu, selalu berubah ada saja yang baru. Sekarang, sudah ada 1.150 (narkoba jenis baru) di dunia.<br>\"Kemudian terdeteksi di kita (Indonesia) yang beredar sebanyak 91 jenis, termasuk tembakau gorilla. Dan, ada sekitar 9 jenis yang belum masuk ke dalam undang-undang,\"ujarnya.<br>Ia menambahkan, untuk melakukan pencegahan penyebaran narkoba di wilayah Indonesia, pihaknya bekerja sama dengan  stakeholders untuk memonitor perkembangan narkoba jenis baru tersebut.<br>“Karena, kebanyakan narkoba ini berasal berasal dari golden triangle (segitiga emas), sehingga kita perlu untuk melakukan kerjasama dengan negara-negara lain atau stakeholders,\" ucapnya.<br>Adapun sepanjang 2022, pihaknya berhasil mengungkap kasus pengiriman 3,3 ton zat sabu dalam sebulan. Sedangkan pada 2022, secara keseluruhan berhasil mengamankan sekitar 1.902 ton zat sabu. Kemudian tentang cannabis (ganja) juga banyak dimusnahkan lahannya dan penangkapan ber ton-ton Itu ada range-nya.<br>\"Kalau dihitung kita berhasil menyelamatkan 1,2 juta pengguna. Dengan prevalensi itu 3,36 juta pengguna, dengan ukuran 1 kali pakai narkotika selama satu tahun,\" jelasnya.<br>Dalam program Indonesia bebas narkoba pada 2023 pihak BNN RI melakukan akselerasi dengan program perang melawan narkoba atau War on Drugs. Dengan begitu, diharapkan agar seluruh pimpinan satker dapat mengakselerasikan spirit War on drugs dan Speed up never let up melalui tindakan nyata."
      },
      "2": {
        "title": "Kepala BNN Resmikan Renovasi dan Modernisasi Klinik",
        "content": "Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Dr. Petrus Reinhard Golose meresmikan empat sarana prasarana di kantor BNN pusat, pada Selasa (6/9/2022). Keempat sarana dan prasarana tersebut yaitu pembangunan lift, renovasi dan modernisasi klinik, renovasi ruang kelompok ahli BNN, serta renovasi ruang rapat Moh Hatta yang berada di lantai 7 Gedung Pratidina BNN. <br>Pembangunan lift baru bagi pegawai yang diberi nama Prawira Rukti Gamadi yang berarti gagah dalam memelihara perjalanan berawal dari keprihatinan Kepala BNN atas minimnya fasilitas lift yang berada di gedung BNN, sehingga sulit dalam penerapan social distancing di masa pandemi covid-19 ini. <br>Begitu pula dengan renovasi dan modernisasi klinik pratama BNN Atmani Wedhana. Keberadaan fasilitas kesehatan yang baik menjadi hal vital di masa pandemi, sehingga renovasi dan modernisasi peralatan kesehatan BNN menurut Dr. Petrus Reinhard Golose sangat dibutuhkan. <br>\"Saya melihat kondisi klinik sebelumnya hanya sekitar 74m² dan banyak sekali dokter di sana dengan tempat yang sangat terbatas, sehingga saya mengajak Pak Sestama dan Pak Karo Umum untuk melakukan renovasi dan modernisasi klinik,\" ungkap Kepala BNN. <br>Selain menambah lift untuk pegawai dan merovasi klinik, Dr. Petrus Reinhard Golose juga memberikan gagasan untuk merenovasi ruang kelompok ahli BNN dan ruang rapat Moh Hatta. Menurutnya, untuk menghasilkan kinerja optimal diperlukan dukungan sarana dan prasarana yang baik. <br>\"Tugas kita amat sangat mulia, kita bekerja di BNN untuk menolong dan menyelamatkan generasi emas bangsa sehingga kita membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai,\" imbuh Dr. Petrus Reinhard Golose. <br>Peresmian sarana dan prasarana tersebut secara simbolis dilakukan oleh Kepala BNN didampingi Ibu Barbara Golose serta pejabat eselon I dan II BNN dengan pemotongan tumpeng dan pita. Selanjutnya acara pun diakhiri dengan peninjauan sarana dan prasarana yang baru saja diresmikan dan ramah tamah. (ebs)"
      },
      "3": {
        "title": "Jangkau Wilayah Kalimantan, BNN RI Dirikan Laboratorium Narkotika di Samarinda",
        "content": "Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) meresmikan laboratorium narkotika ke-4 di Tanah Merah, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. <br>Adapun tiga laboratorium narkotika yang telah didirikan sebelumnya berada di Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat; Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara; dan Baddoka, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. <br>Laboratorium narkotika di Tanah Merah, Samarinda, diresmikan secara simbolis oleh Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose dengan didampingi Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan disaksikan oleh sejumlah pejabat BNN, Rabu (9/11/2022). <br>Petrus mengatakan bahwa pendirian laboratorium narkotika di Samarinda dilakukan sebagai upaya BNN untuk menjangkau wilayah Kalimantan. <br>\"Selain karena diperlukan oleh penyidik untuk pro justitia, laboratorium narkotika Samarinda juga dibutuhkan untuk mendeteksi new psychoactive substances (NPS) yang beredar di Indonesia, khususnya di Kalimantan,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu. <br>Petrus memaparkan bahwa saat ini, telah beredar 1.127 NPS di dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 91 di antaranya telah masuk dan beredar di Indonesia. <br>“Menurut perkiraan kami, (jumlah NPS) yang beredar masih lebih banyak lagi karena belum terdeteksi. Oleh karena itu, upaya memperbanyak laboratorium narkotika di Indonesia merupakan hal penting,” ujarnya. <br>Sementara itu, Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Wahyu Widodo mengatakan bahwa pembangunan laboratorium narkotika merupakan salah satu program prioritas nasional. <br>Hingga 2024, terangnya, pemerintah menargetkan pembangunan lima laboratorium narkotika di Indonesia. <br>“Dengan upaya tersebut, diharapkan pemerataan jangkauan laboratorium narkotika yang efektif dan efisien dapat ditingkatkan. Hal ini dilakukan guna mendukung percepatan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),” ujar Wahyu."
      },
      "4": {
        "title": "Keempat di Indonesia, BNN bangun laboratorium narkotika di Bangkalan",
        "content": "Badan Narkotika Nasional (BNN) membangun laboratorium narkotika di Kabupaten Bangkalan sebagai upaya untuk percepatan penanganan penyalahgunaan obat terlarang tersebut.<br>Menurut Kepala Biro Umum Sekretaris Utama BNN Moh Indra Gautama pembangunan gedung laboratorium narkotika di Bangkalan ini merupakan yang keempat di Indonesia.<br>Sebelumnya, kami juga telah membangun laboratorium narkoba di Medan, Makassar, dan Samarinda. Di Bangkalan ini merupakan laboratorium uji narkotika keempat, katanya di sela-sela acara peletakan batu pertama gedung itu, Kamis.<br>Laboratorium narkotika ini terletak di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, dengan memanfaatkan lahan bekas sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seluas 11.986 meter persegi.<br>Menurut Indra, tujuan pembangunan laboratorium ini untuk menciptakan layanan laboratorium narkotika yang menjangkau wilayah sehingga meningkatkan pemerataan jangkauan layanan laboratorium Indonesia yang efektif dan efisien.<br>Melalui laboratorium ini juga, dia berharap dapat mendukung percepatan penanganan permasalahan narkotika melalui sains laboratories.<br>Melalui lab narkotika ini, pihaknya bisa melakukan uji coba tes narkotika hasil dari penyitaan barang bukti tindak pidana narkotika.<br>Kami juga bisa melakukan profiling atau untuk mengetahui arah dari mana bahan-bahan narkotika tersebut berasal. Selain itu, bisa mengelompokkan jaringan yang ada di Indonesia, baik tingkat nasional regional maupun internasional, katanya.<br>Menurut Indra, keberadaan laboratorium tersebut nantinya akan sangat mendukung dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN).<br>Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bangkalan Mohni berterima kasih kepada BNN karena daerah ini dipilih menjadi salah satu tempat pembangunan laboratorium uji narkotika.<br>Dengan adanya laboratorium tersebut, Mohni berharap dapat menekan peredaran narkotika di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bangkalan.<br>Plt. Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bangkalan juga terus mendukung serta berkomitmen untuk memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkoba.<br>Oleh karena itu, kami juga berharap ke depan di Kabupaten Bangkalan juga bisa membentuk BNN tingkat kabupaten sehingga akan lebih maksimal dalam upaya percepatan P4GN, ujar Mohni.<br>Peluncuran pembangunan laboratorium narkotika itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Plt Bupati Bangkalan Mohni, Kepala Biro Umum Settama BNN Moh Indra Gautama, Kepala Pusat Laboratorium BNN Wahyu Widodo, Kepala BNNP Jawa Timur Moh Aris Purnomo, dan Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto, serta perwakilan Polres Kodim 0829 Bangkalan."
      },
      "5": {
        "title": "WTP untuk Laporan Keuangan BNN RI T.A 2022",
        "content": "Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menerima laporan hasil pemeriksaan Keuangan Tahun Anggaran 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Jumat (01/09).<br>Hasil laporan ini diserahkan oleh Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana, S.E., M.E., M.Ak., CSFA., CertDA., CGCAE., GRCE dan diterima oleh Kepala BNN RI Prof. Dr. Petrus R. Golose.<br>Acara yang diadakan di ruang mohammad hatta, Kantor BNN RI dihadiri oleh Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama BNN RI, Auditor Utama Keuangan Negara I, Kepala Auditorat I.B, dan Tim Pemeriksa Laporan Keuangan BNN untuk Tahun Anggaran 2022,<br>Nyoman Adhi Suryadnyana, S.E., M.E., M.Ak., CSFA., CertDA., CGCAE., GRCE, dalam sambutannya menyatakan bahwa pemeriksaan ini berdasarkan ketentuan UU Nomor 15 Tahun 2004 jo UU Nomor 15 Tahun 2006. Jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Tujuan utama pemeriksaan laporan keuangan adalah untuk memberikan opini. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kualitas laporan keuangan tergambar dalam empat jenis opini yang diberikan BPK, yaitu: Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP/Unqualified Opinion), Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP/Qualified Opinion), Tidak Wajar (TW/Adverse), dan Tidak Memberikan Pendapat (TMP/Disclaimer).<br>Nyoman juga mengungkapkan bahwa BNN sudah berusaha keras melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan opininya, hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan BNN RI Tahun 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). BNN tetap mempertahankan hal tersebut terlihat dari hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2022, Tim Pemeriksa BPK RI tidak menemukan permasalahan signifikan yang berdampak kepada kewajaran penyajian Laporan Keuangan. Dengan demikian, opini atas Laporan Keuangan BNN RI Tahun Anggaran 2022 kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).<br>Kepala BNN RI pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada BPK RI yang telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Badan Narkotika Nasional Tahun Anggaran 2022. Kepala BNN RI juga mengungkapkan bahwa laporan hasil pemeriksaan BPK RI sebagai bentuk evaluasi yang konstruktif dan penting dalam memastikan transparansi, akuntabilitas serta efisiensi dalam pengelolaan anggaran keuangan negara."
      },
      "6": {
        "title": "BNN RI Didukung Penuh Komisi III DPR RI Terkait Program Kerja T.A. 2024",
        "content": "Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, didampingi para Pejabat Utama BNN RI menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI untuk membahas terkait Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN Tahun Anggaran 2022, Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Semester (Hapsem) 1 Tahun 2022, dan RKA-K/L BNN RI Tahun Anggaran 2024, bertempat di Gedung Nusantara 2, Jakarta, Senin (4/9).<br>Di hadapan sejumlah anggota Komisi III DPR RI, Kepala BNN RI menyampaikan laporan keuangan dan Realisasi Anggaran TA. 2022 yang sebelumnya memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. 1.73 triliun dengan Realisasi anggaran akhir Tahun 2022 mencapai 98,44% yang komposisi nya meliputi belanja pegawai sebesar Rp. 541.391.863.580 (Lima Ratus Empat Puluh Satu Miliar, Tiga Ratus Sembilan Puluh Satu Juta, Delapan Ratus Enam Puluh Tiga Ribu, Lima Hatus Delapan Puluh Rupiah) atau 98,63%, Belanja Barang sebesar Rp. 908.273.573.543 (Sembilan Ratus Delapan Miliar, Dua Ratus Tujuh Puluh Tiga Juta, Lima Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu, Lima Hatus Empat Puluh Tiga Rupiah) atau 97,96%, dan Belanja Modal sebesar Rp. 255.307.242.471 (Dua Ratus Lima Puluh Lima Miliar, Tiga Ratus Tujuh Juta, Dua Ratus Empat Puluh Dua Ribu, Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Rupiah) atau 99,79%. Anggaran yang tidak terserap antara lain adalah sisa pengadaan barang dan jasa, sisa kegiatan, dan pembayaran gaji pegawai yang tidak dapat dialihkan.<br>“Di sisi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) terdapat dua jenis sumber pendapatan yaitu PNBP Umum sebesar Rp. 2.024.720.640 (Dua Milar, Dua Puluh Empat Juta, Tujuh Ratus Dua Puluh Ribu, Enam Ratus Empat Puluh Rupiah) dan PNBP Fungsional sebesar Rp. 17.540.411.000 (Tujuh Belas Miliar, Lima Ratus Empat Puluh Juta, Empat Ratus Sebelas Ribu Rupiah),” ujarnya.<br>Dalam hal hasil pemeriksaan BPK RI, Kepala BNN juga menyampaikan bahwa BNN RI meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke – 14 kali sejak Tahun 2008. Sementara itu dalam rangka tindak lanjut hasil temuan BPK periode T.A. 2006 hingga 2021, BNN telah menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK sebanyak 419 atau 95,23%. Sedangkan di Tahun 2021, Hasil rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti sebesar 100%. Terkait beberapa temuan LHP Tahun 2022 juga telah ditindaklanjuti sesuai dengan rekomendasi BPK.<br>Dalam kesempatan ini, Kepala BNN RI juga memaparkan terkait RKA-K/L BNN RI T.A. 2024 dengan PAGU Anggaran sebesar Rp. 1.536.522.383.000 (Satu Triliun, Lima Ratus Tiga Puluh Enam Miliar, Lima Ratus Dua Puluh Dua Juta, Tiga Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Rupiah) dengan postur anggaran yang terbagi menjadi Belanja Operasional Pegawai sebesar 42,37%, Belanja Operasional Barang sebesar 27,06%, dan Belanja Non-Operasional sebesar 30,58% dari total anggaran BNN.<br>“Alokasi anggaran tersebut didistribusikan ke dalam dua program yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Program Dukungan Manajemen yang meliputi fungsi Bidang Pencegahan, Pemberdayaan Masyarakat, Rehabilitasi, Pemberantasan, Hukum dan Kerjasama dan Pusat Laboratorium Narkotika,” jelasnya.<br>Pada kesempatan yang sama, beberapa anggota Komisi III DPR RI sepakat untuk mendukung secara penuh BNN RI dan akan membantu mengusulkan kenaikan anggaran mengingat tugas dalam upaya P4GN merupakan tugas yang tidak mudah untuk menyelamatkan anak bangsa.<br>Mengakhiri rapat kerja, Kepala BNN RI ucapkan terima kasih atas apresiasi terhadap kinerja BNN serta dukungan dari pimpinan serta anggota Komisi III DPR RI yang telah menyetujui alokasi PAGU Anggaran BNN dan Program Kerja BNN Tahun 2024"
      },
      "7": {
        "title": "Temui Para Awak Media di Bengkulu, Kepala Biro Humpro BNN RI Bangun Sinergi Publikasi P4GN",
        "content": "Jelang kedatangan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Prof. Dr. Petrus R. Golose ke Provinsi Bengkulu pada 13 hingga 15 Oktober 2023, Kepala Biro Humas dan Protokol (Humpro) BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si. menggelar pertemuan wartawan, Kamis (12/10).<br>Pertemuan yang berlangsung di The Bencoolen Coffee Bengkulu tersebut membahas mengenai agenda kunjungan kerja Kepala BNN RI selama 3 hari ke depan. Beberapa agenda tersebut diantaranya arahan kepada jajaran anggota BNNP Bengkulu, peresmian rumah rehabilitasi BNN Bengkulu, kuliah umum di Universitas Negeri Bengkulu, Deklarasi Kampus Bersinar, dan lain-lain.<br>Pertemuan tersebut juga digunakan Karo Humas dan Protokol BNN RI untuk menginformasikan kepada para wartawan terkait berbagai kebijakan BNN dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).<br>“Seperti pepatah Melayu yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, melalui pertemuan ini Saya berharap rekan-rekan media dapat mengenal BNN RI secara lebih dalam,” ujar Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si.<br>Karo Humas dan Protokol BNN RI berharap para rekan-rekan media dapat bersinergi bersama BNN dalam melakukan publikasi P4GN, termasuk didalamnya publikasi rangkaian kegiatan kunjungan kerja Kepala BNN RI di Provinsi Bengkulu sebagai bentuk dukungan terhadap perang melawan narkoba."
      },
      "8": {
        "title": "BSSN Fasilitasi Sertifikat Elektronik untuk Mendukung Program P4GN BNN",
        "content": "Jakarta, BSSN.go.id – Untuk mendorong keamanan percepatan transformasi digital pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemanfaatan sertifikat elektronik Balai Sertifikasi Elektronik BSSN di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Kepala BNN Komjen. Pol. Petrus Reinhard Golose di Hotel Gran Melia, Jakarta, Kamis (12/1/2023).<br>Dalam kesempatan tersebut Hinsa menyampaikan informasi mengenai tingkat risiko ancaman keamanan yang berkembang seiring dengan tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.<br>“Dibutuhkan upaya keamanan siber yang adaptif dan inovatif untuk melindungi seluruh lapisan ruang siber, termasuk aset informasi yang ada di dalamnya dari ancaman dan serangan siber, baik yang bersifat teknis maupun sosial,” ujar Hinsa.<br>Hinsa menyatakan serangan siber yang bersifat sosial menyerang melalui Lapisan Jaringan Logika menggunakan informasi yang telah direkayasa menyasar ide, pilihan, pendapat, emosi, tingkah laku, opini dan motivasi sehingga merubah cara pikir, sistem kepercayaan dan perilaku manusia.<br>“Tim Cyber Threat Intelligence BSSN melaksanakan patroli/monitoring keamanan siber di dark web terkait berbagai transaksi ilegal baik pencurian data, jual beli narkoba, hingga kejahatan seksual,” ujar Hinsa.<br>Hinsa menyebut selama ini BSSN berkolaborasi dengan BNN melakukan pemantauan aktivitas penjualan obat terlarang serta investigasi pelaku kriminal peredaran narkotika yang berpotensi mengancam negara di dark web.<br>“Tentunya kerja sama ini sebagai upaya menjalankan tugas dan fungsi penegakan sektor pertahanan dan keamanan negara pada ruang siber salah satunya dengan pemanfaatan sertifikat elektronik untuk mengakselerasi kecepatan distribusi sekaligus melindungi keamanan Informasi terkait kasus narkoba yang sifatnya lintas institusi,” tegas Hinsa.<br>Golose menyatakan MoU BNN dan BSSN tersebut bertujuan menegaskan komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) di Indonesia untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkotika.<br>“Saat ini BNN telah selesai membangun dan mengembangkan aplikasi e-Mindik BNN versi 2.0 yang merupakan salah satu komponen pendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) sebagaimana amanat dalam program strategi nasional pemberantasan korupsi guna mendorong keterpaduan sistem peradilan pidana yang diimplementasikan melalui pengembangan database Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI),” ungkap Golose.<br>Golose berharap masa mendatang seluruh kegiatan administrasi penyidikan dari pengungkapan kasus narkotika dan TPPU capaian pengungkapan kasus tahun 2022 dapat menggunakan aplikasi e-Mindik BNN, sehingga Sistem Peradilan Pidana Terpadu berbasis Teknologi Informasi yang terintegrasi dengan kementerian atau lembaga lain dapat terwujud,” ungkap Golose.<br>Golose menyebut menyikapi berbagai perubahan strategis yang ada di Indonesia, kegiatan operasional, pembinaan, penanggulangan dan pengungkapan kasus kejahatan narkotika di ruang siber memerlukan kolaborasi dengan BSSN.<br>Selain dihadiri oleh pejabat tinggi BSSN dan BNN, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Kemenkopolhukam, Bappenas, Kemkominfo, KSP, KPK Kepolisian, Kejaksaan, MA, serta peserta Sosialisasi dan Pelatihan e-Mindik BNN.<br>Biro Hukum dan Komunikasi Publik – BSSN"
      },
      "9": {
        "title": "BNN RI Sita 33 KG Narkotika Dari 10 Wilayah Di Indonesia",
        "content": "Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menggelar Operasi Pemberantasan Narkotika di beberapa wilayah, khususnya di 10 wilayah di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Bali.<br>Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono S.I.K, M.Si,. mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu 2 minggu yaitu 11 September sampai dengan 24 September 2023 telah terjadi pengungkapan kasus yang dilakukan oleh tim pemberantasan di 10 wilayah Badan Narkotika Nasional Provinsi.<br>Barang bukti narkotika yang telah berhasil diungkap dengan total 33.172,87 gram yang terdiri dari shabu dengan berat kurang lebih 20.718,71 gram, Ganja 12,453,93 gram dan Ekstasi 348 butir atau 23 gram.<br>Seluruh Barang bukti tersebut diperoleh dari 16 kasus di 10 BNN Provinsi yang diungkap dalam jangka waktu 2 minggu dengan total 28 orang tersangka.<br>“Kita harus gencarkan pemberantasan narkotika ini secara maksimal dan extraordinary bekerja sama dengan seluruh instansi terkait untuk menciptakan Indonesia Bersinar, bersih dari narkotika” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI."
      },
      "10": {
        "title": "Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI Raih BPKN Award 2022",
        "content": "Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menggelar BPKN Award 2022 Raksa Nugraha pada tanggal 14 November 2022 di Hotel Luminor, Jakarta Pusat.<br>BPKN Award adalah apresiasi yang diberikan oleh BPKN RI kepada pelaku usaha maupun pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap konsumen atas jasa yang diberikan.<br>Hingga saat ini, BPKN Award telah terselenggara sebanyak empat kali dan jumlah peserta BPKN ini terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun 2019, ajang tersebut hanya diikuti 14 peserta, sedangkan pada tahun 2022 diikuti oleh 53 peserta baik dari pelaku usaha baik swasta maupun dari kategori pemerintahan.<br>Tema yang diusung pada BPKN Award tahun ini adalah Bersama Wujudkan Konsumen yang Berdaya. Hal ini dilatarbelakangi oleh indeks konsumen yang masih berada pada tahap mampu dan belum berdaya serta masih adanya banyak pengaduan konsumen dari multisektoral.<br>Dalam kesempatan ini, Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI berhasil meraih BPKN Award 2022 Raksa Nugraha untuk kategori Gold. Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua kalinya yang diraih oleh Pusat Laboratorium Narkotika BNN di mana pada tahun lalu mendapatkan kategori Silver. Raihan penghargaan tersebut merupakan bentuk konsistensi Pusat Laboratorium Narkotika BNN dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen."
      },
      "11": {
        "title": "Gala Dinner dan Pengumuman Pemenang Grand Prix Menutup Bali International Choir Festival",
        "content": "BNN.GO.ID – Bali, Usai berlangsung selama tiga hari, gelaran Bali International Choir Festival (BICF) ditutup meriah dengan gala dinner yang digelar di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali, Kamis (28/7). Dalam gala dinner yang dihadiri sejumlah pejabat daerah Provinsi Bali tersebut, Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose mengumumkan peraih piala grand prix yang merupakan penghargaan utama dari kegiatan kompetisi ini. Sebelumnya sepuluh kelompok paduan suara terbaik dari masing-masing kategori BICF telah bertanding memperebutkan gelar juara grand prix di gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Bali pada Kamis siang. Kesepuluh peserta tersebut yaitu Biak Faiman Indo Choir, The resonanz-Children Choir, Domenico Savio Choir, Floice, Medan Community Choir, Gratia Choir, PSM “Swara Wadhana” UNY, Voice of Bali, Romamti-Ezer Youth Tomohon, dan Harmony Project. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh 12 dewan juri, pada malam gala dinner Kepala BNN mengumumkan paduan suara mahasiswa (PSM) “swara wadhana” Universitas Negeri Yogyakarta sebagai peraih gelar grand prix Bali International Choir Festival 2022. “Selamat Saya ucapkan kepada paduan suara swara wadhan dari Jogja,” tutur Dr. Petrus Reinhard Golose saat menyerahkan piala grand prix. Dalam kesempatan tersebut Kepala BNN juga menyampaikan sukacita dan apresiasinya kepada seluruh pihak atas keberhasilan penyelenggaraan Bali International Choir Festival 2022. “Saya menyambut sukacita atas selesainya kegiatan Bali International Choir Festival 2022, sukacita ini merupakan ungkapan terima kasih dan syukur atas keberhasilan BICF yang merupakan upaya bersama untuk menggelorakan semangat war on drugs,” imbuh Dr. Petrus Reinhard Golose. Pengumuman pemenang grand prix tersebut pun menjadi penutup kompetisi BICF yang diselenggarakan oleh BNN RI bersama Bandung Choral Society di Pulau Dewata Bali."
      }
    },
    "inspectorate": {
      "1": {
        "title": "Pengembangan Kompetensi Certified Forensic Auditor (CFrA)",
        "content": "Kamis (21/10) Inspektorat Utama BNN kembali melakukan pengembangan kompetensi bagi para auditor, dalam hal ini Certified Forensic Auditor (CFrA) dari Asosiasi Auditor Forensik Indonesia. CFrA adalah sertifikasi profesi di bidang audit forensik yang telah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dalam perkembangan terkini semakin banyak auditor yang memanfaatkan teknik-teknik forensik digital dalam melakukan audit forensik.<br>Audit Forensik adalah suatu metodologi dan pendekatan khusus dalam menelisik kecurangan (fraud), atau audit yang bertujuan untuk membuktikan ada atau tidaknya fraud yang dapat digunakan dalam proses litigasi. Dalam pelatihan dan uji kompetensi CFrA ini, peserta akan mendapat materi yang didesain untuk memenuhi 27 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Audit Forensik. BSI bekerja sama dengan Lembaga Spesifikasi Sertifikasi Profesi Auditor Forensik (LSP-AF) untuk tes Uji Kompetensi.<br>Komitmen pimpinan Inspektur Utama BNN Drs. Wahyono, M.H., CFrA untuk berperan dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), harus pula didukung dengan menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang pencegahan, pendeteksian dan pelaksanaan audit forensik terhadap terjadinya fraud."
      },
      "2": {
        "title": "Kegiatan Workshop Evaluasi Mandiri Kapabilitas APIP",
        "content": "Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Utama BNN menggelar Kegiatan Workshop Evaluasi Mandiri Kapabilitas APIP dalam rangka peningkatan Kapabilitas APIP menuju ke level 4. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 s.d 22 Oktober 2021 di Hotel Avenzel Bekasi, Jawa Barat. Seluruh peserta yang hadir dari Tim Pokja Kapabilitas APIP Inspektorat Utama BNN. Kegiatan tersebut dibuka oleh Inspektur III Ittama BNN, Mangaradja S. Hutagaol, Ak., M.M., CA, CFrA, CRMO. Adapun Narasumber dari kegiatan tersebut sekaligus Pembina Fungsi APIP dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) oleh Fandya R. Hakim.<br>Penerapan Tata Kelola tidak terlepas dari tujuan suatu organisasi, oleh karenanya pendekatan untuk menerapkan tata kelola di setiap organisasi dapat berbeda‐beda tergantung dari tujuan masing‐masing organisasi. Perbedaan pendekatan dalam penerapan tata kelola di suatu daerah bisa terjadi pula di lingkungan Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP), terlebih dengan adanya perbedaan kapasitas dan kapabilitas di antara APIP di Indonesia sebagaimana yang ditunjukkan dari hasil pemetaan leveling APIP yang dilakukan oleh Pusbin JFA BPKP yang mengacu pada Internal Audit Capability Model (IACM) pada tahun 2010.<br>Dalam rangka pembinaan tata kelola APIP, BPKP memandang perlu untuk melakukan kegiatan penilaian terkait penerapan tata kelola APIP di Indonesia dengan mengacu kepada model yang telah dikembangkan oleh The Institute of Internal Auditor (IIA) yaitu Internal Audit Capability Model (IACM) dan telah disesuaikan seperlunya yang mencakup elemen‐elemen tata kelola secara menyeluruh dan keterkaitannya dengan pengelolaan risiko, dan pengendalian internal. Penilaian atas penerapan tata kelola APIP di Indonesia dengan mengacu kepada Internal Audit Capability Model mencakup penilaian terhadap enam elemen yaitu :<br>1. Peran dan Layanan APIP (Services and Role of Internal Auditing)<br>2. Pengelolaan SDM (People Management)<br>3. Praktik Profesional (Professional Practices)<br>4. Akuntabilitas dan Manajemen Kinerja (Performance Management and Accountability)<br>5. Budaya dan Hubungan Organisasi (Organizational Relationship and Culture)<br>6. Struktur Tata Kelola (Governance Structures)<br>Semua Elemen Kapabilitas APIP dinilai dengan menggunakan pemenuhan pernyataan (240 pernyataan) yang dikembangkan untuk seluruh KPA (41 KPA). Berdasarkan hasil penilaian tersebut akan diperoleh simpulan umum Kapabilitas APIP, yang dikelompokkan ke dalam lima tingkatan (level) yaitu:<br>Level 1 (Initial), Level 2 (Infrastructure), Level 3 (Integrated), Level 4 (Managed), dan Level 5 (Optimizing).<br>Saat ini, Kapabilitas APIP Inspektorat Utama BNN telah mencapai Level 3, dimana hal ini menunjukkan bahwa Praktik Profesional dan Audit Internal telah ditetapkan secara seragam dan telah selaras dengan standar, dengan outcome APIP mampu menilai efisiensi, efektivitas, dan ekonomis suatu program/kegiatan dan mampu memberikan konsultasi pada tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern.<br>Adapun Kegiatan Workshop Evaluasi Mandiri Kapabilitas APIP Inspektorat Utama BNN bertujuan dalam mempersiapkan peningkatan Kapabilitas APIP dari Level 3 menuju Level 4. Dimana dalam mencapai Level 4 dengan menunjukkan Unit APIP telah mengintegrasikan semua informasi di seluruh organisasi untuk memperbaiki tata kelola dan manajemen risiko dengan outcome APIP mampu memberikan assurance secara keseluruhan atas tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern."
      },
      "3": {
        "title": "Demi Integritas Organisasi, Ittama BNN RI Gelar Workshop Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi",
        "content": "BNN.GO.ID – Jakarta, Penyelenggaraan dan penilaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sangat penting bagi setiap kementerian/lembaga termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN). Penyelenggaraan SPIP diharapkan dapat memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan organisasi, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.<br>Dalam konteks penjaminan keyakinan bahwa penyelenggaraan SPIP pada kementerian/lembaga telah sesuai dengan mandat yang ditetapkan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah membuat Pedoman Penilaian Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pada Kementerian/Lembaga.<br>Terkait hal tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN memberikan atensi yang tinggi pada pedoman tersebut. Sebagai bentuk aktualisasi upaya BNN untuk terus meningkatkan pemahaman dan wawasan terkait pedoman penilaian SPIP, Inspektorat BNN menggelar kegiatan Workshop Penilaian Maturitas SPIP Terintegrasi di Lingkungan Badan Narkotika Nasional, selama dua hari, Rabu-Kamis (6-7/10/2021) di Jakarta secara daring dan luring.<br>Kegiatan ini dibuka oleh Inspektur Utama BNN RI, Drs. Wahyono,M.H.,CFrA. Melalui sambutannya, ia menjelaskan bahwa dalam penilaian atas maturitas penyelenggaraan SPIP terintegrasi di lingkungan BNN terdapat mekanisme penilaian yang terdiri dari penilaian mandiri oleh manajemen, yaitu melalui Sekretariat Utama dan kedeputian.<br>“Sedangkan penjaminan kualitas oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) pada kementerian/lembaga/pemerintah, dalam hal ini dilaksanakan oleh Inspektorat Utama dan terakhir dilakukan evaluasi oleh BPKP atas hasil penilaian mandiri dan penjaminan kualitas,” imbuh Jenderal bintang dua ini.<br>Sebagai penjamin kualitas, tentu Inspektorat Utama dituntut untuk mampu mengawal manajemen dan kedeputian teknis dalam penyelenggaraan SPIP serta mendorong penerapan manajemen risiko termasuk atas risiko fraud/korupsi.<br>“Selain itu diharapkan dapat melakukan pengawasan pada area yang berisiko tinggi,” ungkap Inspektur Utama.<br>Sebelum mengakhiri sambutannya, Irtama BNN RI menekankan bahwa penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP ini juga akan mengidentifikasi kelemahan-kelemahan pengendalian yang menjadi area perbaikan atau Area of improvement (AoI). Hal tersebut merupakan dasar penyusunan rekomendasi perbaikan atas kelemahan pengendalian tersebut dan mendorong perbaikan pengendalian secara berkelanjutan.<br>Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Utama BNN RI, Drs. I Wayan Sukawinaya, M.Si mengajak jajarannya untuk mendorong penyelenggaraan SPIP sebagai kebutuhan dan budaya organisasi, tak hanya sebagai mandatory.<br>“Salah satunya adalah dengan melakukan akselerasi penyelenggaraan SPIP terintegrasi dengan penilaian maturitas SPIP terintegrasi yang dilakukan secara mandiri oleh Sekretariat Utama beserta masing-masing unit Eselon I dan selanjutnya dilakukan penjaminan kualitas oleh API atau dalam hal ini Inspektorat Utama BNN,” imbuh Sestama.<br>Sestama juga menjelaskan, penilaian maturitas SPIP yang dilakukan secara mandiri merupakan hal baru bagi pihaknya. Meski demikian, Sestama mengajak seluruh jajarannya untuk melakukan upaya terbaik guna mempertahankan atau bahkan meningkatkan level maturitas SPIP BNN yang saat ini berada pada level tiga atau bernilai 3,1352. Predikat yang sudah cukup baik tersebut diperoleh saat penilaian dilakukan oleh Inspektorat Utama pada Tahun Anggaran 2019.<br>“Artinya BNN telah melaksanakan praktik pengendalian intern dan telah terdokumentasi dengan baik. walau demikian, seluruh unit harus tetap berupaya lebih baik lagi untuk meningkatkan nilai maturitas SPIP. Apalagi saat ini kewenangan penilaian ada pada Sekretariat Utama, di mana ketika kita melakukan penilaian dan menemukan kelemahan, maka sebagai manajemen, kita dapat langsung melakukan perbaikan,”ungkap Sestama BNN RI.<br>Kepada seluruh peserta yang hadir, Sestama mengharapkan agar peserta baik yang terlibat sebagai tim penilai mandiri maupun penjamin kualitas dapat menyerap ilmu secara komprehensif sehingga dalam implementasinya mampu melaksanakan penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP terintegrasi sesuai dengan Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2021. (BK)"
      },
      "4": {
        "title": "Diklat Certified Risk Management Officer (CRMO)",
        "content": "bnn.go.id, Jakarta – Pelaksanaan diklat Certified Risk Management Officer (CRMO) berlangsung selama empat hari dari tanggal 13 sampai 16 Oktober 2020 di Hotel Swiss-Bell Jakarta.<br><br>Sertifikasi manajemen sudah menjadi kebutuhan khusus yang digunakan organisasi untuk menjadi salah satu jaminan kompetensi, saat ini di Indonesia sendiri, sertifikasi ini diatur dibawah pengawasan Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko (LSPMR).<br><br>Sebagai tingkatan awal untuk sertifikasi ini, seseorang harus mengikuti dulu tes CRMO. LSPMR mengklaim bahwa melalui CRMO atau Certified Risk Management Officer ini professional akan mampu memiliki cara pandang yang sama tentang resiko. Seperti mampu membedakan antara risiko dengan kesempatan, membuat peta risiko, melakukan penilaian dan lainnya.<br><br>Setelah lulus CRMO bisa dilanjutkan pada level yang lebih tinggi. Level yang lebih tinggi tersebut yaitu CRMP (Certified Risk Management Practices). Setelah berhasil mengikutinya, para profesional akan mendapat pengakuan bidang manajemen resiko. Jadi, dengan mendapat pengakuan tersebut maka dianggap lebih ahli dalam menerapkan dan mengembangkan MKRT (Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi).<br><br>maka dari itu dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya di bidang manajemen resiko, Inspektorat Utama telah melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Management Officer yang bertujuan  untuk meningkatkan kualitas Pegawai di bidang manajemen risiko, meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia sehingga terwujud aparatur sipil negara yang profesional, cerdas dan bertanggungjawab, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang manajemen risiko tingkat dasar baik dalam hal mengidentifikasi risiko pada proses bisnis, membuat peta risiko dan melakukan monitoring serta menyajikan pelaporan risiko di Lingkungan Inspektorat Utama BNN."
      },
      "5": {
        "title": "Diklat Certified Human Resource Manager (CHRM) Ittama BNN",
        "content": "bnn.go.id, Jakarta – Diklat Certified Human Resource Manager Inspektorat Utama BNN dilaksanakan pada 12-16 Oktober 2020 di hotel Harper Jakarta.<br><br>Mengingat pentingnya peran HR (Human Resource) dan semakin kompleksnya permasalahan yang bisa ditimbulkan akibat perkembangan zaman, maka selain merancang pelatihan bagi level pegawai, sertifikasi khusus bagi HR pun juga sama pentingnya terutama dalam lingkup organisasi BNN termasuk Inspektorat Utama.<br><br>Sertifikasi HR ini merupakan sertifikat yang diperoleh oleh seseorang melalui pembelajaran, pelatihan, maupun pengalaman kerja di bidang Human Resource, dan biasanya diberikan oleh organisasi atau asosiasi profesi yang mengetahui dengan pasti suatu kompetensi profesional dalam bidang sumber daya manusia ini.<br><br>Di Indonesia ada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mengawasi konsistensi dan kredibilitas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang memberikan sertifikat atas suatu profesi atau kompetensi tertentu. BNSP akan memberikan lisensi kepada LSP yang dianggap kredibel untuk memberikan sertifikasi. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Nomor M/5/HK.04.00/VII/2019 Tentang Pemberlakukan Wajib Sertifikasi Kompetensi Terhadap Jabatan Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia."
      }
    },
    "rehab": {
      "1": {
        "title": "BNN RI-TNI Jadikan Lembaga Pendidikan Dan Pelatihan Sebagai Tempat Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba",
        "content": "Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI menggelar kegiatan peningkatan kemampuan dalam rangka pengenalan petunjuk teknis pelaksanaan rehabilitasi extraordinary di fasilitas TNI. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring (zoom) bertempat di Ruang Teleconference, Gedung Tan Satrisna BNN RI, Jakarta, pada Jum’at (22/9).<br><br>Rapat pelaksanaan rehabilitasi yang melibatkan unsur TNI ini dilakukan guna menyamakan persepsi dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi di fasilitas milik TNI/ Rindam. Semua ini dilaksanakan berdasarkan amanat dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo untuk mencari solusi tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan yang mengakibatkan over capacity.<br><br>Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D. mengungkapkan berdasarkan hasil survei prevalensi, program ini akan difokuskan pada 10 provinsi yang ditengarai memiliki kasus narkoba yang tinggi. Tetapi, bukan berarti BNN Provinsi yang belum masuk prioritas tidak melakukan tindakan ataupun kegiatan P4GN.<br><br>“BNN Provinsi yang menjadi prioritas tentu saja akan menjadi salah satu penyumbang dari klien-klien yang ada,” ujar Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D.<br><br>“Untuk kriteria klien yang dilakukan perawatan di fasilitas TNI yaitu klien dengan kategori ringan sampai dengan sedang serta tidak memiliki komplikasi medis yang berat,” lanjut Riza Sarasvita.<br><br>Pada kesempatan yang sama, Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, dr. Amrita Devi, Sp.K.J., M.Si. mengatakan berdasarkan World Drug Report tahun 2023 aksesibilitas layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba secara global kurang dari 20 persen. Selain itu meningkatnya angka prevalensi penyalahgunaan narkoba setahun terakhir dari 1,80 persen pada tahun 2019 menjadi 1,95 persen di tahun 2021.<br><br>“Hal ini menjadi atensi Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat rapat terbatas pada tanggal 11 September 2023. Presiden menginstruksikan kepada kementerian terkait untuk melaksanakan program pemberantasan dan penanganan kasus narkoba (rehabilitasi) dengan memperhatikan utilisasi fasilitas yang dimiliki oleh TNI”, ungkap Direktur PLRKM.<br><br>Sementara itu, Wakil Asisten Teritorial Mabes TNI, Laksma TNI Dr. Suharto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas yang akan difungsikan sebagai tempat rehabilitasi di lembaga pendidikan/pelatihan milik TNI pada 10 provinsi prioritas yang sudah ditunjuk agar dapat bersinergi dengan BNN Provinsi maupun BNN Kabupaten/Kota.<br><br>“Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan di tingkat pusat yaitu dengan tindak lanjut melalui MoU antara Panglima TNI dengan Kepala BNN RI,” ungkapnya.<br><br>“Adapun arahan dari Panglima TNI, karena sifatnya extraordinary jangan sampai amanat dari Presiden ini tidak berjalan ataupun tidak dikerjakan,” tutup Dr. Suharto."
      },
      "2": {
        "title": "Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI Adakan Pelatihan IBM",
        "content": "Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (PLRIP) BNN RI mengadakan Kegiatan Bimbingan Teknis Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang diselenggarakan di Hotel Amaroossa, Bekasi, Jawa Barat, (10/03).<br><br>Dalam kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini, dari tanggal 8 – 10 Maret 2023 diikuti sebanyak 414 orang dari seluruh BNNP dan BNNK/Kota yang berada di Indonesia secara hybrid untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan layanan rehabilitasi di lapangan.<br><br>Direktur PLRIP BNN, dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes yang juga sebagai pemateri dalam materinya menjelaskan intervensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalahguna yang melibatkan langsung peran serta masyarakat. Layanan IBM ini adalah untuk masyarakat dan oleh masyarakat sesuai dengan kearifan lokal. Masyarakat yang berperan aktif dalam layanan IBM ini kita sebut dengan “Agen Pemulihan” (AP). IBM merupakan pendekatan rehabilitasi dalam bentuk pelayanan minimal dan ambang batas rendah (low threshold) yang berarti layanan tersebut mudah diakses dan tidak membutuhkan banyak persyaratan.<br><br>Dalam acara tersebut, Direktur PLRIP juga memberikan materi tentang kebijakan dan ruang lingkup IBM. IBM mempunyai tujuan memberikan intervensi bagi klien resiko ringan atau yang membutuhkan layanan bina lanjut dalam konteks rehabilitasi. Sasaran IBM sendiri terbagi menjadi 4, yaitu: pengguna dan korban penyalahgunaan narkoba, keluarga yang memiliki permasalahan terhadap gangguan penggunaan narkoba pada salah satu anggota keluarganya, masyarakat yang peduli dan berperan aktif pada rehabilitasi, dan perangkat desa atau pemerintah lokal sebagai sumber potensi tumbuh kembang IBM.<br><br>“Dengan adanya Pelatihan kepada para pendamping Agen Pemulihan ini mereka mempunyai pengetahuan sehingga dalam pendampingan terhadap agen pemulihan mereka bisa menularkan pengetahuan kepada agen pemulihan, sehingga agen pemulihan pun bisa meningkatkan layanan kualitas hidup klien sebagai output dari rehabilitasi”ujar Dir PLRIP<br><br>Dalam program kebijakan Indonesia Bersinar dan Desa Bersinar, IBM sendiri mempunyai peranan penting, yaitu sebagai salah satu inti dan penggerak dalam mewujudkan Desa Bersinar secara mikro dan Indonesia Bersinar secara makro."
      },
      "3": {
        "title": "Berikan Layanan Rehabilitasi Ramah Anak, Deputi Rehabilitasi BNN RI Raih Penghargaan Dari Kementerian PP Dan PA",
        "content": "Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) meraih sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) sebagai Lembaga Penyedia Layanan Ramah Anak bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus dalam kategori Lembaga Rehabilitasi Anak Korban NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya).<br><br>Penghargaan diberikan secara langsung oleh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PP dan PA, Nahar, SH., M.Si., kepada Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Riza Sarasvita, M.Si, MHS, Ph.D., dalam rangkaian acara Rapat Evaluasi Capaian Indikator Kinerja Bidang Rehabilitasi yang Berkualitas dan Terstandar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI di Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (9/12).<br><br>Keberhasilan Deputi Rehabilitasi BNN RI meraih Sertifikasi Lembaga Penyedia Layanan Ramah Anak bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus merupakan buah dari kerja keras dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi BNN RI, yaitu Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido dan Loka Rehabilitasi BNN Batam yang senantiasa memperhatikan pemenuhan hak dan perlindungan khusus serta kepentingan terbaik bagi anak dalam memberikan pelayanan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika.<br><br>Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PP dan PA, Nahar, S.H., M.Si., yang berkesempatan memberikan penghargaan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada BNN RI khususnya kepada Deputi Rehabilitasi dan jajaran.<br><br>“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas penilaian sangat baik kepada beberapa unit layanan yang dimiliki oleh BNN, yang tentu ini menjadi catatan penting bagi Kami melakukan upaya-upaya perlindungan khusus anak”, imbuh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PP dan PA.<br><br>Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, lembaga-lembaga yang menangani dan melindungi anak harus sudah sesuai dengan standar-standar sebagaimana diamanatkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan, sehingga ketika sudah sesuai dengan standar, pihaknya berharap hal-hal yang tidak diinginkan tidak lagi ditemukan pada lembaga-lembaga yang memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap anak.<br><br>Oleh karena itu Nahar berharap, penghargaan yang diberikan pada kesempatan ini dapat menjadi pemacu bagi UPT Rehabilitasi BNN lainnya untuk bersama menuju Lembaga Penyedia Layanan Ramah Anak.<br><br>Sementara itu, Deputi Rehabilitasi BNN RI menyambut baik penghargaan yang diberikan oleh Kementerian PP dan PA terhadap layanan rehabilitasi yang diberikan kepada 2 dari 6 UPT Rehabilitasi BNN RI.<br><br>“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bahwa apa yang telah Kita lakukan dalam pelayanan rehabilitasi sudah betul-betul bisa memenuhi kebutuhan anak dan hal ini diakui serta divalidasi oleh kementerian terkait”, ujar Deputi Rehabilitasi BNN RI.<br><br>Ia juga memberikan apresiasi kepada Loka Rehabilitasi BNN Batam yang menginisiasi layanan rehabilitasi rawat inap ramah anak dengan memperhatikan pemenuhan hak anak, yaitu memperoleh pendidikan. Sehingga meskipun harus menjalankan rehabilitasi, anak tidak harus berhenti belajar ataupun putus sekolah.<br><br>Kedepannya, Deputi Rehabilitasi BNN RI akan menyusun modul-modul terkait layanan rehabilitasi baik rawat inap maupun rawat jalan yang ramah anak sebagai pemenuhan hak anak yang memerlukan perlindungan khusus, dalam hal ini korban penyalahgunaan narkotika.<br>"
      },
      "4": {
        "title": "Penuhi SNI 8807:2022, BNN RI Pertajam Pemahaman Petugas Rehabilitasi Tentang Wawancara Motivasi",
        "content": "BNN RI melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Pelaksanaan Konseling Dalam Pemenuhan SNI 8807:2022 melalui teknik Wawancara Motivasi, Selasa-Jumat (23-26/5/2023) di Bekasi.<br><br>Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Riza Sarasvita, M.Si, MHS, Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Deputi Rehabilitasi menggarisbawahi bahwa kegiatan pada hari ini, tidak terfokus pada peningkatan kemampuan namun lebih kepada penajaman knowledge tentang motivational interviewing atau wawancara motivasi.<br><br>Melalui bimtek ini, para petugas rehabilitasi baik yang berada di bawah instansi vertikal BNN RI maupun lembaga rehabilitasi mitra BNN RI, mendapatkan pengayaan materi tentang wawancara motivasi sebagai salah satu upaya pemenuhan SNI 8807:2022 tentang Penyelenggaraan Layanan Rehabilitasi Bagi Pecandu, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.<br><br>Menurut Deputi Rehabilitasi, kegiatan bimtek tentang wawancara motivasi ini sangat penting, karena salah satu syarat tercapainya pelayanan berkualitas, adalah ketika petugas rehabilitasi atau konselor dapat mengubah klien yang ragu menjadi yakin untuk mengakses layanan rehabilitasi dan petugas juga berhasil membuat kliennya sadar bahwa perilakunya bermasalah sehingga dengan sukarela mereka bisa menjalani program rehabilitasi. Oleh karena itulah, Deputi Rehabilitasi menilai penguasaan wawancara motivasi itu harus ditempatkan pada urutan nomor satu.<br><br>Kepada para peserta kegiatan bimtek, Deputi Rehabilitasi meminta untuk lebih interaktif dan proaktif dalam seluruh sesi materi sehingga pemahaman tentang wawancara motivasi akan lebih komprehensif. Sebelum masuk ke materi inti, Deputi Rehabilitasi memberikan ulasan singkat tentang Cognitive Behaviour Therapy (CBT).<br><br>Kegiatan ini mendapatkan tanggapan positif dari seluruh peserta, salah satunya Muhammad Taufik dari lembaga Fokus Rehabilitasi Medan. Menurutnya, wawancara motivasi sangat dibutuhkan oleh petugas di lapangan dalam meningkatkan tahapan perubahan dari mulai prekontemplasi, kontemplasi, preparasi hingga aksi.<br><br>Melalui kegiatan ini, Taufik memberikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BNN RI yang telah memberikan kesempatan baginya untuk menyerap lebih banyak ilmu. Ia berharap dengan bekal pengetahuan yang didapat, seluruh petugas rehabilitasi dapat lebih meningkatkan layanannya dalam rangka menyelamatkan anak bangsa dari masalah narkotika.<br><br>Peserta kegiatan Bimbingan Teknis Pemenuhan SNI 8807:2022 Layanan Rehabilitasi Melalui Wawancara Motivasi berjumlah 38 Orang yang terdiri dari Direktorat PLRKM dan perwakilan lembaga rehabilitasi milik BNN RI dan mitra BNN RI yang menjadi Prioritas Nasional tahun 2023."
      },
      "5": {
        "title": "BNN RI Bahas Profesionalisasi dan Standarisasi Layanan Rehabilitasi pada Working Group Discussion ASOD",
        "content": "Jelang pertemuan ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD) ke-44, negara-negara anggota melangsungkan working group discussion yang salah satunya membahas mengenai rehabilitasi, Rabu (5/7). Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D. hadir sebagai panelis mewakili Indonesia.<br><br>Dalam working group discussion tersebut Dra. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D. memaparkan mengenai profesionalisasi dan standardisasi layanan rehabilitasi di Indonesia yang saat ini sedang digencarkan oleh BNN RI. Pada tahun 2023 ini BNN menargetkan setidaknya 400 konselor sudah tersertifikasi sehingga kualitas layanan rehabilitasi dapat dilakukan secara optimal.<br><br>Selain hal tersebut, pada pertemuan working group discussion Deputi Rehabilitasi BNN RI juga membahas mengenai pendekatan intervensi berbasis masyarakat (IBM). Menurut Riza kolaborasi dengan membangun kapasitas komunitas sebagai agen pemulihan merupakan salah satu kunci dalam program rehabilitasi."
      },
      "6": {
        "title": "Tingkatkan Kualitas Layanan Rehabilitasi Melalui Badan Standardisasi Nasional",
        "content": "BNN.GO.ID – Jakarta, Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) menginisiasi pertemuan lintas sektoral dalam rangka koordinasi pelaksanaan standardisasi layanan rehabilitasi tahun 2021, di Favehotel PGC, Jakarta, pada Senin (25/1).<br><br>Standardisasi layanan rehabilitasi disusun sebagai standar nasional untuk mendorong lembaga rehabilitasi mencapai standar yang telah ditetapkan guna menjaga kualitas dalam memberikan pelayanan rehabilitasi kepada pecandu atau penyalahguna Narkoba.<br><br>Sebelumnya, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menerbitkan SNI 8807:2019 tentang Penyelenggaraan Layanan Rehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).<br><br>Sepanjang 2020, BNN bekerja sama dengan sektor terkait melakukan asistensi pendampingan kepada lembaga-lembaga rehabilitasi yang menjadi prioritas nasional agar mampu mencapai standar yang telah ditentukan pada SNI 8807:2019 tersebut.<br><br>dr. Amrita Devi, SpKJ., M.Si, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Deputi Rehabilitasi BNN, mengatakan bahwa tantangan kedepannya adalah bagaimana BNN dan para stakeholder dapat men-scalling up SNI sebagai program prioritas nasional yang dapat dirasakan manfaatnya.<br>“Karena SNI sudah masuk kedalam Renstra dan Inpres Nomor 2 Tahun 2020, Kami berharap SNI tidak hanya menjadi sekedar dokumen saja tetapi juga dapat diimplementasikan dan dapat dirasakan manfaatnya”, ujar Direktur PLRKM Deputi Rehabilitasi BNN.<br><br>Pada kesempatan tersebut diungkapkan pula hasil implementasi SNI tahun 2020, bahwa rerata kenaikan perbaikan layanan bila dibandingkan dengan sebelum dan sesudah diberikan asistensi sebesar 30%. Dari 14 lembaga yang diasistensi SNI tercapai sekitar 79% yaitu sekitar 11 lembaga mencapai SNI tipe 2 (1 lembaga) dan SNI tipe 3 (10 lembaga).<br><br>Dalam diskusi dihadiri pula perwakilan dari kementerian kesehatan, kementerian sosial dan kementerian Hukum dan HAM, yang menghasilkan kesepakatan untuk melakukan sinergitas implementasi SNI ke dalam fasilitas layanan rehabilitasi milik masing-masing kementerian.<br>“Kami memiliki IPWL berbasis pelayanan kesehatan di seluruh provinsi yang terdiri dari berbagai level mulai dari RSJ hingga puskesmas. Layanan pada RSJ telah terlatih untuk memberikan layanan rehabilitasi napza secara profesional. Kami yakin RSJ tersebut mampu menjadi centre of excellence pelayanan napza di wilayahnya, yang tentunya perlu mengimplementasikan SNI ini terlebih dahulu”, ujar Kasubdit P2M Penyalahguna Napza Kementerian Kesehatan drg. Luki Hartanti.<br><br>Selaras dengan hal tersebut, Kusbudiarto dari Direktorat RSKP Napza Kementerian Sosial menyampaikan bahwa IPWL Lembaga Kesejahteraan Sosial di bawah Kementerian Sosial baik yang berada dibawah pusat maupun daerah akan didorong untuk pemenuhan layanan sesuai SNI tersebut.<br><br>Dalam pelaksanaan di lapangan, penerapan SNI pada masing-masing lembaga rehabilitasi memiliki kendala yang beragam. Selain banyaknya komponen yang harus dipenuhi oleh lembaga rehabilitasi untuk mencapai standar yang ditentukan, lembaga rehabilitasi juga harus mampu berupaya untuk menjaga agar pelayanan yang diberikan tetap berada pada standar tersebut atau bahkan meningkat. Untuk itu dibutuhkan komitmen dan motivasi dalam melakukan peningkatan layanan.<br><br>Sementara itu, Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN, Drs. Yuki Ruchimat, M.Si., mengakui bahwa dalam pelaksanaannya terkait SNI masih ada yang harus ditinjau ulang untuk memperbaiki implementasinya pada lembaga rehabilitasi. Hal yang sama disampaikan oleh Rama Fauzi dari Kemenko PMK selaku anggota Komite teknis SNI bahwa berdasarkan piloting implementasi SNI tahun 2020 perlu ada penyesuaian kembali agar lebih implementatif.<br><br>Dari pertemuan ini BNN berharap dapat mengidentifikasi kendala dalam implementasi SNI lebih dini sehingga dapat disusun standardisasi yang implementatif dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan rehabilitasi di Indonesia. (DND)"
      }
    },
    "laboratory": {
      "1": {
        "title": "BNN Bangun Gedung Laboratorium Narkotika di Bangkalan, Plt Bupati: Semoga Bisa Meminimalisir Peredaran Narkoba",
        "content": "BADAN Narkotika Nasional (BNN) memilih Kabupaten Bangkalan sebagai tempat pembangunan Laboratorium Narkotika ke-4. Pembangunan gedung akan ditempatkan di Desa Ba'engas, Kecamatan Labang. Kegiatan pembangunan ini ditandai dengan peletakan baru pertama oleh Plt Bupati Bangkalan Drs Mohni MM.<br><br>Kepala Biro Umum Settama BNN Brigjen. Pol. Drs. Moh. Indra Gautama mengatakan pembangunan gedung Laboratorium Narkotika itu sebagai salah satu upaya dalam percepatan penanganan penyalahgunaan narkotika. Untuk itu BNN berencana akan membangun 5 laboratorium Uji Narkotika di Indonesia.<br><br>\"Sampai saat ini sudah ada 3 Laboratorium yang telah kita bangun yaitu di Medan, Makassar dan Samarinda Kalimantan Timur. Sedangkan di Bangkalan yang sedang kita proses bangun ini merupakan laboratorium uji narkotika ke 4,\" ujarnya saat peresmian pembangunan gedung.<br><br>Menurut Indra tujuan pembangunan laboratorium daerah adalah untuk menciptakan layanan laboratorium narkotika yang menjangkau wilayah sehingga meningkatkan pemerataan jangkauan layanan laboratorium Indonesia yang efektif dan efisien. Melalui laboratorium juga dapat mendukung percepatan penanganan permasalahan narkotika melalui sains laboratories.<br><br>\"Melalui Lab Narkotika nantinya kita bisa melakukan uji coba tes narkotika hasil dari penyitaan barang bukti tindak pidana narkotika. Kita juga dapat melakukan profiling atau untuk mengetahui arah dari mana bahan-bahan narkotika tersebut berasal dan bisa mengelompokkan kelompok-kelompok jaringan yang ada di Indonesia baik tingkat nasional regional dan internasional. Sehingga keberadaan Lab ini akan sangat mendukung dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN),\" jelasnya.<br><br>Sedangkan Plt Bupati Bangkalan Drs Mohni MM dalam kesempatan tersebut sangat berterima kasih karena Bangkalan dipilih menjadi salah satu tempat pembangunan Laboratorium Uji Narkotika. Dengan dibangunnya laboratorium ini diharapkan dapat meminimalisir peredaran narkotika di Jawa Timur khususnya di Madura.<br><br>Plt Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Bangkalan juga terus mendukung serta berkomitmen untuk memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkoba.<br><br>\"Karena itu kami juga berharap kedepan, di Kabupaten Bangkalan juga bisa membentuk BNN tingkat Kabupaten, sehingga akan lebih memaksimal dalam upaya percepatan P4GN,\" ungkapnya.<br><br>Dalam acara peresmian pembangunan Laboratorium ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Plt. Bupati Bangkalan, Kepala Biro Umum Settama BNN, Kepala Pusat Laboratorium BNN Brigjen. Pol. Ir. Wahyu Widodo, Kepala BNNP Jawa Timur Brigjen. Pol. Drs. Moh. Aris Purnomo, MH, Kepala Bakesbangpol Prop. Jawa Timur Eddy Supriyanto, SSTP. M.MPSDM, Polres Bangkalan dan Dandim 0829 Bangkalan."
      },
      "2": {
        "title": "BNN resmikan laboratorium canggih pendeteksi narkoba di Samarinda",
        "content": "Samarinda (ANTARA) - Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kini memiliki Laboratorium Badan Narkotika Nasional yang dilengkapi dengan peralatan canggih untuk memeriksa dan mendeteksi zat narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances/NPS.<br><br>Laboratorium pendeteksi narkoba menggunakan peralatan dari Amerika Serikat itu diresmikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Petrus Reinhard Golose di Tanah Merah, Samarinda, Rabu, yang turut dihadiri Gubernur Kaltim Isran Noor dan beberapa pejabat BNNP dan BNN kabupaten/kota se-Kaltim.<br><br>\"Laboratorium ini adalah yang pertama di Pulau Kalimantan. Laboratorium ini dibuat untuk mengakomodasi pelayanan keperluan pendeteksian penggunaan narkotika di wilayah Kalimantan,\" ujar Reinhard Golose.<br><br>Saat ini di Indonesia ada empat laboratorium narkotika yang dimiliki BNN RI, masing-masing di Deli Serdang (Sumatera Utara), Bogor (Jawa Barat), Baddoka (Sulawesi Selatan), dan Samarinda.<br><br>la menjelaskan laboratorium narkotika ini juga termasuk laboratorium forensik khusus narkotika. Namun, berbeda dengan laboratorium forensik milik Polri karena hanya khusus untuk menangani segala jenis zat yang berkaitan dengan narkotika.<br>﻿\"Saya mengakui peralatan laboratorium BNN di Samarinda ini yang terbaik dan terbaru. Ini juga akan dikerjasamakan dengan Universitas Mulawarman Samarinda. Secara teknis kerja sama tersebut akan diatur selanjutnya oleh tim dari Pusat Laboratorium BNN RI,\" kata mantan Kapolda Bali tersebut.<br><br>Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengapresiasi dibukanya Laboratorium BNN RI di Samarinda.<br><br>Isran mengaku bangga bahwa fasilitas laboratorium itu didukung dengan peralatan yang canggih dan terbaru.<br>\"Kami ingin laboratorium ini dikerjasamakan dengan Unmul dalam bentuk nota kesepahaman antara kepala laboratorium dengan Unmul,\" tambahnya.<br><br>Kepala Pusat Laboratorium BNN RI Wahyu Widodo menyampaikan rasa syukur dengan dibukanya Laboratorium BNN RI di Samarinda.<br><br>Laboratorium ini sudah didesain dengan sistem pelayanan yang prima, di antaranya sistem antrian digital, ruang timbang, peralatan laboratorium canggih, dan juga pegawai yang berkompeten dan bersertifikat.<br>\"Saya berharap laboratorium ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim serta pencegahan penggunaan narkoba di wilayah Kaltim dan Kalimantan pada umumnya dengan kesiapan operasional yang sudah mumpuni,\" katanya."
      },
      "3": {
        "title": "PUSAT LABORATORIUM NARKOTIKA BNN MERAIH PENGHARGAAN BPKN AWARD 2022",
        "content": "(Jakarta) Badan Perlindungan Konsumen Nasional telah menyelenggarakan BPKN Award 2022 Raksa Nugraha pada tanggal 14 November 2022 di Hotel Luminor, Jakarta Pusat. BPKN Award adalah apresiasi yang diberikan oleh BPKN-RI kepada pelaku usaha maupun pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap konsumen atas jasa yang diberikan. BPKN Award sudah terselenggara empat kali dan Jumlah peserta BPKN ini terus bertambah dari waktu ke waktu. Di tahun 2019 hanya 14 peserta, dan tahun 2022 ini ada 53 peserta baik dari pelaku usaha baik swasta maupun dari kategori pemerintahan. Saat ini indeks konsumen masih dalam tahap mampu dan belum berdaya. <br> Sampai tahun ini masih banyak pengaduan konsumen dari multisektoral, oleh karena itu tema pada BPKN Award tahun ini yaitu Bersama Wujudkan Konsumen yang Berdaya.<br><br>Pusat Laboratorium Narkotika BNN berhasil meraih BPKN Award 2022 Raksa Nugraha untuk kategori Gold. Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua kalinya yang diraih oleh Pusat Laboratorium Narkotika BNN dimana pada tahun lalu mendapatkan kategori Silver. Apresiasi BPKN-RI ini adalah suatu bentuk kekonsistensian Pusat Laboratorium Narkotika BNN dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen. Semoga dengan penghargaan ini dapat memicu Pusat Laboratorium Narkotika BNN agar untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik dan membuat konsumen bahagia atas layanan yang diberikan."
      },
      "4": {
        "title": "Pusat Laboratorium Narkotika BNN menerima sertifikat Akreditasi SNI ISO/IEC 17043:2010 sebagai Penyelenggara Uji Profisiensi",
        "content": "(Palembang) Badan Standarisasi Nasional berkolaborasi dengan pemerintah provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Bulan Mutu Nasional (BMN) tahun 2022 diselenggarakan di Hotel Aryaduta Palembang pada tanggal 26 Oktober 2022. Kegiatan BMN diikuti dari unsur pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha termasuk UMK, asosiasi, akademisi dan praktisi. Selain mengadakan Seminar Nasional Standarisasi 2022, BSN juga memberikan penghargaan terhadap unsur pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha dll yang telah berkompeten dalam menerapkan sistem standarisasi di instansi masing-masing.<br><br>Pusat Laboratorium Narkotika BNN diwakilkan oleh Kepala Bidang Pengujian dan Pembinaan Layanan, Kombes Pol Kuswardani, S.Si.,M.Farm., Apt. beserta dua orang staf untuk menghadiri kegiatan ini. Penghargaan yang diberikan kepada Pusat Laboratorium Narkotika BNN ialah Sertifikat Akreditasi SNI ISO/IEC 17043:2010 sebagai Penyelenggara Uji Profisiensi dengan ruang lingkup Metamfetamin dan MDMA untuk Objek Uji Profisiensi berupa Padatan Urin Buatan. Semoga dengan diberikannya Akreditasi SNI ISO/IEC 17043:2010, Pusat Laboratorium Narkotika BNN menjadi laboratorium yang kompeten dan konsisten sebagai penyelenggara uji profisiensi dan bisa menambah ruang lingkup uji profisiensi kedepannya."
      },
      "5": {
        "title": "APRESIASI DAN PENGANUGERAHAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM TAHUN 2021",
        "content": "Kepala Pusat Laboratorium Narkotika BNN Brigadir Jenderal Polisi Ir. Wahyu Widodo mengikuti acara Penyerahan Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan tema \"Making Change, Making History\" yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB. Dalam acara tersebut Bapak Kepala Pusat berkesempatan memenuhi undangan secara langsung di Artotel Suites Mangkuluhur, Jl. Gatot Subroto Kav. II no.3 Semanggi Jakarta.<br><br>Acara yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi sedunia oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dihadiri Wakil Presiden R.I. KH Ma'ruf Amin secara virtual serta Pimpinan Kementerian dan Lembaga, termasuk Wakil Ketua Mahkamah Agung R.I. secara langsung serta seluruh Penerima Penghargaan Zona Integritas Tahun 2021 yang hadir secara langsung maupun secara virtual.<br><br>Predikat WBK dan WBBM merupakan sebuah apresiasi kepada instansi pemerintah yang mampu dan berusaha lebih untuk membangun unit kerja percontohan yang berintegritas dan melayani dengan prima. Unit percontohan ini yang akan menularkan virus-virus perubahan sehingga semakin mendorong kemajuan Reformasi Birokrasi di Indonesia. Pada tahun 2021 ini terdapat 4406 unit kerja yang diusulkan kepada Tim Penilai Nasional dan yang berhasil lolos dalam panel akhir sebanyak 558 unit kerja, dengan rincian 486 unit kerja pelayanan ditetapkan WBK dan 72 unit kerja pelayanan ditetapkan WBBM.<br><br>Melalui arahan virtual, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa, pembangunan ZI secara masif di setiap instansi diharapkan mampu memberikan pengaruh yang lebih luas terhadap pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, serta daya saing nasional.<br><br>\"Integritas moral merupakan pondasi dan nilai karakter yang sangat diperlukan dalam pembangunan ZI. Hadirnya aparatur negara yang berintegritas akan mewarnai kelanggengan ekosistem antikorupsi dalam organisasi,\" ujar Wapres.<br><br>Untuk mewujudkan reformasi birokrasi,lanjutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari hulu ke hilir, dari pencegahan sampai penindakan, baik dari government to government, government to business, business to business, hingga dari tingkat pusat ke daerah.<br><br>Alhamdulillah pada tahun ini Pusat Laboratorium Narkotika BNN berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan melewati seluruh tahapan penilaian, setelah sebelumnya pada tahun 2019 telah meraih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemenpan RB. Ini merupakan sejarah bagi kami dimana Pusat Laboratorium Narkotika BNN merupakan unit pertama dan satu-satunya di lingkungan BNN yang berhasil meraih WBBM pada tahun 2021. Semoga meningkatkan semangat unit lainnya untuk dapat bersama-sama melakukan perubahan.<br><br>Terimakasih kepada seluruh pihak atas dukungan, semangat serta do'a. Semoga Pusat Laboratorium Narkotika BNN dapat mengemban amanah yang diberikan untuk dapat berkontribusi lebih kepada bangsa dan negara bersama melakukan perubahan."
      }
    },
    "research": {
      "1": {
        "title": "BNN Dilengkapi Teknologi Informasi yang Canggih",
        "content": "Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelma menjadi instansi pemberantasan narkotika yang dilengkapi dengan fasilitas teknologi informasi yang canggih.<br><br>Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi (Puslitdatin) BNN, Agus Irianto, menjelaskan hal tersebut dalam webinar, Jumat (9/10/2020). “Tahun ini, kita membuat portal pengaduan penyalahgunaan narkoba atas kemauan dari Kementerian PAN dan RB. Sudah terkoneksi dengan 13 kementerian/lembaga,” ujar Agus Irianto.<br><br>Selain itu, BNN membuka layanan pengaduan 1x24 jam, 7 hari seminggu. “Ketika membuka website BNN silahkan mengadu melalui WA, email, semua sudah kita layani. Setiap hari kita distribute laporan sesuai locus delicti (penentuan lokasi). Ada orang Papua yang melaporkan ke BNN, ya kita teruskan ke BNNP Papua/setempat,” katanya.<br><br>Belum lagi, kegiatan bidang informasi teknologi. BNN melakukan pengelolaan sistem informasi di lingkungan melalui Sistem Informasi Narkoba (SIN), Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dan sebagainya. “Website BNN di seluruh provinsi, kabupaten/kota sudah terintegrasi,” katanya.<br><br>Bahkan, pandemi ini melahirkan budaya virtual seperti penggunaan video conference. BNN memiliki kemampuan hingga 1.000 user sekaligus di seluruh nusantara. Lalu, layanan terpadu satu pintu BNN One Stop Service (BOSS), portal aduan masyarakat terintegrasi dengan kementerian/lembaga dan masih banyak lagi kelengkapan fasilitas yang telah dimiliki BNN.<br><br>“Keamanan pusat data, pengamanan jaringan, ketersediaan protokol internet, pengamanan domain, keamanan infrastruktur sistem informasi grade A plus, keamanan transaksi email sudah 98 persen sudah disertifikasi badan internasional, data center BNN sudah memenuhi standar internasional,” pungkasnya."
      },
      "2": {
        "title": "PBB UNDANG BNN RI DALAM PERTEMUAN TAHUNAN DI GENEVA SWITZERLAND TAHUN 2020",
        "content": "puslitdatin.bnn.go.id, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga internasional dibentuk untuk dapat menangani permasalahan hukum internasional, pengamanan internasional, perlindungan sosial bangsa-bangsa di seluruh dunia.<br><br>Di awal tahun 2020, PBB kembali mengadakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan di kota Geneva Switzerland. Event pertemuan Internasional di Geneva ini dihadiri perwakilan dari seluruh negara anggota dan para diplomat asing.<br><br>Tampak hadir pada pertemuan tersebut, tiga orang diplomat Internasional yang sudah dikenal masyarakat dunia yaitu Menteri luar negeri Denmark Jeppe Kofod, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Hak Asasi Manusia Maroko Mustafa Al Ramid yang memberikan kata kata sambutan.<br><br>Salah satu agenda pada pertemuan tersebut adalah Side Event Session of Human Right Council yang dilaksanakan di ruang Palais De Nation dengan mengundang empat orang panelis dari empat negara yaitu Mr. Agus Irianto didamping tiga panelis lainnya Mr. Ramses Robert Elelano dari Angola, Mr. Jillian Dempster dari New Zealand dan Mr Rupert Skilbeck dari REDRESS, dimana masing masing panelis diberikan waktu untuk berbicara tentang pengalaman masing-masing dari negara yang bersangkutan.<br><br>Sekilas kita mengenal profil Mr. Agus Irianto yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi (Kapuslitdatin) BNN RI. Agus Irianto merupakan Perwira tinggi Polri berpangkat Brigadir Jenderal yang berpengalaman dalam penegakan hukum dan memiliki track record serta pengalaman yang sangat luas baik di tingkat Nasional maupun Internasional.<br><br>Pada pemaparannya di hadapan ratusan delegasi negara anggota PBB tersebut, Kapuslitdatin BNN RI menyampaikan Bagaimana pelaksanaan kebijakan Indonesia tentang proses penyelidikan dan penyidikan yang berdasarkan scientific based investigation bukan mengejar pengakuan tersangka, yang saat ini diterapkan dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan di negara Indonesia. penerapan “Non Coercive Invertigating Interviewing” yang menjadi materi pemaparan Mr. Agus Irianto disampaikan dengan lugas dan menarik karena berdasarkan pengalaman langsung yang bersangkutan selama bertugas menangani berbagai kasus besar yang pernah ditanganinya.<br><br>Bekal pengalamannya selaku penyidik senior Polri dalam menangani berbagai macam kasus pidana dan pengetahuannya yang sangat luas tentang kebijakan-kebijakan penegakan hukum Indonesia yang menerapkan prinsip prinsip internasional Hak Asasi Manusia mampu disampaikan dengan baik dan menarik.<br><br>Di akhir penjelasannya sebagai pemateri yang mewakili negara Indonesia, Mr. Agus Irianto mendapatkan apresiasi dan applaus yang luar biasa dari seluruh hadirin yang merupakan perwakilan delegasi dari seluruh bangsa di dunia. Hal ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat dan bangsa Indonesia, khususnya BNN RI."
      },
      "3": {
        "title": "Puslitdatin BNN dan Politeknik Statistika STIS Sepakati Kerja Sama Lakukan Penelitian Indeks P4GN",
        "content": "BNN.GO.ID – Jakarta, Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi (Puslitdatin) BNN, Drs. Agus Irianto, S.H. M.Si., M.H. tandatangani perjanjian kerja sama dengan Dr. Erni Tri Astuti, M.Math. Direktur Politeknik Statistika STIS, Selasa (10/3). Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan landasan dan penanda dimulainya kerjasama penelitian antara Puslitdatin BNN dan Politeknik Statistika STIS yang berada di bawah Badan Pusat Statistik.<br>Bertempat di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, kedua pihak sepakat bekerja sama dalam penelitian menentukan indeks P4GN. Secara terperinci kesepakatan tersebut antara lain yaitu persiapan kajian, pelaksanaan pelatihan enumerator dan mitra lokal, pelaksanaan pengumpulan data lapangan, pelaksanaan supervisi pengumpulan data lapangan, pelaporan kajian, dan pemanfaatan data dan informasi.<br>Menurut Kapuslitdatin BNN, penelitian yang telah dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan. Lebih lanjut Agus Irianto juga menegaskan bahwa segala sesuatu pengambilan keputusan harus evidence based. Oleh sebab itu, penelitian untuk mendapatkan data yang benar sesuai dengan fakta adalah hal yang sangat penting.<br>“Penelitian adalah hal yang krusial, sehingga harus sesuai standar atau kaidah penelitian untuk mendapatkan hasil yang tepat. Dengan demikian kita dapat membuat policy brief untuk Kepala BNN sebagai bahan dalam pengambilan kebijakan,” ungkap Kapuslitdatin BNN dalam sambutannya.<br>Selain menentukan indeks P4GN Puslitdatin BNN juga akan mengeluarkan beberapa penelitian lain di tahun ini diantaranya penelitian terkait dengan kemitraan kementerian/lembaga, _defence active_, serta efektivitas dan efek jera dari hukuman mati. Sementara di tahun depan Agus Irianto mengatakan bahwa Puslitdatin akan melakukan penelitian yang utama yaitu terkait dengan prevalensi penyalahgunaan narkoba."
      }
    },
    "hrd": {
      "1": {
        "title": "DEA dan BNN RI Gelar Narcotics Cyber Investigation Course",
        "content": "ppsdm.bnn.go.id –  Bogor, Drugs Enforcement Administration (DEA) menggelar Narcotics Cyber Investigation Course pada tanggal 24 sampai 28 Juli 2023 di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Narkotika Nasional Lido, Bogor. Pelatihan ini diikuti 38 peserta dengan komposisi 20 orang berasal dari instansi BNN RI dan 18 orang berasal dari instansi POLRI. Pembukaan dilaksanakan pada Senin, 24 Juli 2023 di ruang Computer Based Training (CBT) PPSDM BNN, dihadiri oleh Kombes Pol. Yulmar Try Himawan, S.I.K., M.Si. dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri; mantan agen DEA sekaligus instruktur, Gill Attenhoven dan Sean Smith; perwakilan dari Direktorat TPPU BNN RI, Kompol Sunarto; dan  Kasubbid Kerjasama PPSDM BNN RI, Siti Nurlela Marliani, S.P., M.Si.<br><br>Kombes Pol Yulmar Try Himawan, S.I.K., M.Si. dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang membuka kegiatan ini dalam sambutannya menyampaikan Pelatihan ini sangat berharga bagi kita semua, diharapkan dapat dilaksanakan dengan sungguh – sungguh dan penuh semangat. Manfaatkan kesempatan ini, diskusikan dengan instruktur apa yang kendalanya lalu sandingkan dengan kondisi di lapangan. Ucapan terima kasih juga untuk DEA dan instruktur atas supportnya dalam upaya penegakan hukum dalam penyalahgunaan narkotika.<br><br>Gill Attenhoven dalam sambutannya mengatakan walaupun bukan kali pertama menyajikan materi di Indonesia tapi beliau sangat bersemangat. “Pada materi akan terasa membosankan karena full di kelas, namun akan ada tantangan dalam kelas ini baik secara individu maupun kelompok. Saya harap semuanya akan menikmati proses pembelajaran.”"
      },
      "2": {
        "title": "PPSDM BNN RI Terima Kunjungan Delegasi Parlemen ASEAN Pada Sidang AIPACODD Ke – 6",
        "content": "ppsdm.bnn.go.id –  Bogor, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (PPSDM BNN RI) menerima kunjungan ASEAN Inter-Parliamentary Assembly Advisory Council on Dangerous Drugs (AIPACODD) di Aula Ki Hadjar Dewantara PPSDM BNN RI Lido, Bogor pada Rabu 31 Mei 2023. Kunjungan ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan AIPACODD ke-6 yang berlangsung tanggal 30 – 31 Mei 2023 yang diikuti oleh perwakilan anggota parlemen dari 9 negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Laos, dan Kamboja.<br><br>Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D. saat menerima delegasi AIPACODD di PPSDM BNN RI menyampaikan secara singkat kebijakan pemerintah Indonesia dalam memerangi masalah narkotika. Dalam sambutannya Agus Irianto menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia melalui BNN RI menangani permasalahan narkotika dengan menggunakan pendekatan soft power yaitu pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi, hard power dengan pemberantasan yang komprehensif, smart power melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meng-counter permasalahan narkotika, dan cooperation yang dilakukan dengan berkolaborasi bersama stakeholder baik di dalam maupun di luar negeri.<br><br>“Pertemuan ini merupakan wujud kerja sama sebagaimana yang dijalin BNN RI dengan negara-negara ASEAN dalam mewujudkan drug-free ASEAN,” ungkap Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI.<br><br>Pada kesempatan yang sama kepala PPSDM BNN RI, Sindhu Setiatmoko, S.E., M.M., bersama perwakilan dari satker BNN RI di Kawasan Lido memberikan paparan tentang fasilitas yang ada di masing masing satker yang ada di Kawasan Lido ini.<br><br>Delegasi dari parlemen negara-negara anggota ASEAN yang tergabung dalam AIPACODD pada kesempatan tersebut selain mengunjungi gedung PPSDM BNN RI juga berkeliling melakukan kunjungan ke satker BNN RI yang ada di Kawasan Lido, yaitu Unit K-9 BNN RI, Pusat Laboratorium Narkotika BNN RI, dan Balai Rehabilitasi BNN RI Lido.<br><br>Anggota DPR RI Fadli Zon selaku perwakilan delegasi AIPACODD berharap kunjungan ke Kawasan BNN di Lido pada sidang AIPACODD yang ke-6 ini dapat menguatkan komitmen ASEAN dalam memastikan kesehatan salah satunya melalui proses rehabilitasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif untuk ASEAN yang bebas narkoba."
      }
    }
  },
  "divisionTitle": "Divisi",
  "division": {
    "secretariat": "Sekretariat Utama",
    "inspectorate": "Inspektorat Utama",
    "rehab": "Deputi Bidang Rehabilitasi",
    "laboratory": "Pusat Laboratorium Narkotika",
    "eradication": "Deputi Bidang Pemberantasan",
    "legal": "Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama",
    "prevention": "Deputi Bidang Pencegahan",
    "public": "Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat",
    "hrd": "Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia",
    "research": "Pusat Penelitian Data dan Informasi"
  },
  "rehabDeputy": "Deputi Rehabilitasi",
  "structure": "Struktur",
  "attainment": "Capaian",
  "achievement": "Prestasi",
  "organization": "Organisasi",
  "documentation": "Dokumentasi",
  "fromTimeToTime": "Dari masa ke masa",
  "photo": "Foto",
  "video": "Video",
  "document": "Dokumen"
}